DBAsia News

Van der Sar Yakin Ajax Bisa Singkirkan Juventus di Delapan Besar Liga Champions

Van der Sar

Pertarungan klasik Juventus melawan tim asal Belanda, Ajax Amsterdam, akan tersaji di perempat final Liga Champions 2018-19. Edwin van der Sar, mantan kiper kedua tim, menilai Ajax punya kans mengalahkan Juventus.

Ajax akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah di Johan Cruyff Arena pada Kamis (11/4) pukul 02.00 dini hari WIB, sebelum menyambangi Stadion Juventus pada 17 April 2019 pukul 02.00 dini hari WIB.

Van der Sar, eks kiper Ajax (1990-1999) dan Juventus (1999-2001), memiliki keyakinan kuat Ajax mengalahkan Bianconeri karena tim asal Belanda itu telah melalui ujian kontra dua tim besar lainnya, Bayern Munchen dan Real Madrid.

“Laga melawan Juventus bakal seru. Kami bahagia ada di perempat final. Kami bermain di level yang tinggi kontra Real di Madrid dan kami harap melakukannya lagi melawan Juve di Amsterdam,” ucap Van der Sar, dilansir dari Football-Italia.

“Tim tengah percaya diri. Mereka bisa mengalahkan Juve. Kami punya tim muda (berbakat) dan menambahkannya dengan pengalaman, contohnya dengan (Dusan) Tadic dan juga mendatangkan (Daley) Blind dari Manchester United.”

“Kami masih bermain di Liga Champions dan kami bisa mengalahkan Juventus, setelah mengalahkan Real Madrid dan bermain bagus kontra Bayern, dan itu semua memberikan kami kepercayaan diri,” yakin Direktur Olahraga Ajax itu.

Tentu saja skuat kedua tim sudah sangat jauh berbeda ketimbang pertemuan di final 1996. Juve bisa memberikan ancaman dari banyak arah karena memiliki pemain-pemain berkualitas. Jangan lupa juga mereka musim ini punya megabintang, Cristiano Ronaldo.

Pemain asal Portugal berusia 34 tahun telah memperlihatkan mentalitas baja, determinasi, dan bukti kecintaannya bermain di Liga Champions via hat-trick gol ke gawang Atletico Madrid di 16 besar Liga Champions.

Duet bek pengalaman, Daley Blind, dengan bek muda berbakat, Matthijs de Ligt, akan diuji oleh Ronaldo beserta pemain ofensif Juve lainnya semisal: Mario Mandzukic, Federico Bernardeschi, Paulo Dybala, dan Moise Kean.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?