DBAsia News

Eks Pelatih Tim Muda Manchester United, Eric Harrison Meninggal Dunia

Eric Harrison


DBasia.news –  Baru beberapa hari Inggris menerima kabar duka meninggalnya kiper legendaris, Gordon Banks, kini kabar duka kembali datang dari Negeri Ratu Elisabeth itu. Eks pelatih tim muda Manchester United, Eric Harrison, meninggal dunia.

Diberitakan oleh Dailymail, Harrison meninggal pada usia 81 tahun setelah bertarung melawan demensia selama empat tahun. Kabar duka itu langsung membuat legenda-legenda Setan Merah seperti Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, dan Gary Neville terpukul.

Bagi mereka Harrison bukan sekedar pelatih biasa, melainkan sosok ayah selain Sir Alex Ferguson, yang mengajari arti hidup, cara bermain sepak bola, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk jadi pesepakbola profesional yang baik.

Neville, melalui akun Twitter @GNev2, memimpin ucapan belasungkawa kepada lelaki kelahiran 5 Februari 1938 tersebut. Dalam ucapannya terlihat jelas kesedihan Neville atas meninggalnya Harrison.

“Kami kehilangan mentor kami, pelatih kami, dan pria yang menciptakan (membentuk) kami. Dia mengajarkan kami bagaimana caranya bermain, bagaimana caranya untuk tidak pernah menyerah, betapa pentingnya itu untuk memenangi pertarungan individu, dan apa yang kami butuhkan untuk bermain di Manchester United. Eric, kami berhutang kepada Anda segalanya,” tutur Neville.

Twitter resmi Man United @ManUtd juga turut memberikan ucapan belasungkawa kepada Harrison dan keluarga yang ditinggalkannya.

“Kami sangat sedih mendengarkan kabar bahwa mantan pelatih tim muda kami, Eric Harrison, meninggal dunia semalam. Duka kami dan juga doa kepada keluarga Eric dan teman-temannya di masa yang sulit ini,” imbuh @ManUtd.

Angkatan 1992 Man United memang terkenal seantero dunia. Giggs, Scholes, Beckham, Neville, Nicky Butt, Phil Neville, merupakan beberapa nama produk akademi United kala itu. Dibentuk oleh Harrison dan disempurnakan oleh Ferguson.

Mereka semua berandil besar mengukir sejarah dengan klimaks memenangi treble titel Premier League, Piala FA, dan Liga Champions di tahun 1999. Generasi itu belum tentu ada jika Harrison bukan pelatih tim muda United. Jadi sekali lagi, terima kasih Harrison.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?