DBAsia News

Damir Skomina, Wasit Kontroversial yang Akan Memimpin Final Liga Champions 2018-19

Damir Skomina


DBasia.news –  Damir Skomina akan memimpin final Liga Champions 2018-19 yang akan berlangsung di Wanda Metropolitano antara Liverpool kontra Tottenham Hotspur.

Bagi wasit Slovenia berusia 42 tahun tersebut, ini adalah pertama kalinya dia memimpin laga final Liga Champions. Sebelumnya, laga terbesar yang pernah dipimpin Skomina adalah final Liga Europa 2017 antara Ajax Amsterdam kontra Manchester United. Selain itu dia juga pernah memimpin laga Piala Super Eropa antara Chelsea melawan Atletico Madrid 2012 lalu.

Yang menarik, Skomina memiliki rekam jejak yang bisa dikatakan dekat dengan kontroversi. Di kalangan pelatih, Skomina kerap mendapatkan kritik keras.

Contohnya saat Jose Mourinho dibuat mencak-mencak ketika Skomina memimpin laga Chelsea menghadapi Dynamo Kiev di ajang Liga Europa pada Oktober 2015 lalu.

Yang masih belum hilang dari ingatan adalah Skomina adalah wasit yang memimpin laga Paris Saint-Germain melawan Manchester United. Laga leg kedua fase 16 besar itu kental dengan kontroversi.

Skomina menunjuk titik putih pada menit akhir buat Manchester United, yang dieksekusi oleh Marcus Rashford. Gol yang membuat Setan Merah lolos dramatis ke perempat final. Usai laga, bintang PSG, Neymar, melontarkan kecaman keras kepada sang wasit. Saking kerasnya, Neymar terkena sanksi UEFA tak boleh main dalam tiga pertandingan Liga Champions musim depan.

Bagi Liverpool sendiri, Skomina punya catatan buruk. Pasalnya, dari lima laga Liverpool yang dipimpin Damir Skomina, empat di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Namun, Skomina justru memberikan keuntungan bagi Liverpool musim lalu. Pada laga kedua semifinal di markas AS Roma, Liverpool disebutkan mendapatkan keuntungan dari sang wasit.

Mengutip Alessandro Vocalelli, editor Corriere dello Sport, Skomina seharusnya memberikan setidaknya dua penalti untuk Roma dan kartu merah untuk pemain Liverpool. Roma memang menang 4-2 pada laga itu, nemaun mereka gagal melaju ke final karena kalah 2-5 pada laga pertama. “Sebuah pertandingan yang hampir sempurna dirusak wasit,” tulis Vocalelli dikutip The Guardian.

Presiden AS Roma, James Pallotta juga mengatakan jika kinerja Skomina adalah sebuah lelucon. Skomina pula yang membuat Pallotta meminta UEFA untuk segera menggunakan Video Assistant Referee (VAR) yang musim lalu belum dipakai di Liga Champions.

Musim ini, Skomina satu kali memimpin laga Liverpool di Liga Champions. Saat Liverpool menang 1-0 atas Napoli di Stadion Anfield.

Bagaimana dengan Tottenham Hotspur? Tidak beda dengan Liverpool, Skomina adalah kabar buruk bagi Spurs.

Saat melakoni laga yang diwasiti Skomina, Tottenham tak pernah memetik kemenangan. Spurs mencatat dua kali imbang dan sekali kalah.

Salah satu fakta menarik tentang Skomina ialah, sepanjang kariernya dia total telah memberikan 32 penalti, dengan perincian 19 untuk tim tuan rumah dan 13 untuk tim tamu.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?