DBAsia News

Pembinaan Sepak Bola Indonesia Tertinggal Jauh

Seto Nurdiantoro


DBasia.news –  Seto Nurdiantoro menyebut pembinaan sepak bola Indonesia tertinggal jauh dari Spanyol. Hal itu diungkapkan pelatih PSS Sleman tersebut usai mengikuti kursus lisensi AFC Pro.

Bersama 19 pelatih lainnya, Seto Nurdiantoro menimba ilmu di akademi milik salah satu klub La Liga, Deportivo Alaves. Meski bisa dibilang klub kecil, menurut mantan pemain Timnas Indonesia itu, pembinaan sudah sangat maju.

“Alaves sebenarnya klub kecil jika dibanding dengan klub Eropa lainnya. Tapi, kita tertinggal jauh dalam hal pembinaan sepak bola. Pembinaan mereka luar biasa,” ungkapnya.

Seto Nurdiantoro kagum dengan manajemen kepelatihan yang dibuat. Meski menilai bahwa Deportivo Alaves tidak sebanding dengan klub La Liga lainnya.

Lewat kunjungan itu, ia juga mengetahui bahwa pembinaan kelompok umur di dalam akademi dilakukan oleh pelatih yang sudah mengantongi lisensi UEFA Pro.

“Metodologi mereka bagus, kalau masalah teknis di lapangan hampir sama dengan di sini. Cuma bagaimana cara mereka me-manage semuanya, itu yang menjadi tambahan ilmu bagi saya,” terangnya.

“Kalau kita lihat di akademi mereka, dari usia 11 sampai usia 21 pelatihnya sudah UEFA Pro semua, pelatih kepala sampai asisten sudah UEFA Pro semua. Terlebih mereka lanjutkan dengan mengambil spesifikasinya, misal UEFA Pro untuk pelatih kiper dan sebagainya,” imbuhnya.

Seto berharap suatu saat nanti setiap klub di Indonesia bisa meniru apa yang dilihatnya di Spanyol. “Harapan saya klub di sini juga bisa seperti itu, itu harapan saya.”

“Mungkin kalau usia saya sudah 70 tahun nanti, itu bisa terwujud,” tutupnya dengan bercanda.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?