DBasia.news – Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar, memberikan penjelasan soal tuduhan pengaturan skor dan suap kepada pemain Maung Bandung.
Pertama, Ia membenarkan kondisi internal tim saat ini tengah porak poranda. Kedua, tak hanya kerap mengalami kekalahan, namun beberapa pemain di antaranya dituduh melakukan match fixing atau pengaturan skor.
Pengaturan skor itu mencuat saat Persib berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada 9 November lalu. Ketika itu, Maung Bandung harus mengalah dengan skor tipis 0-1.
“Ini harus diusut karena sudah jelas pelecehan dan mencermarkan nama baik. Tadinya saya diam, tapi karena sudah ramai, saya harus bicara agar masyarakat dan Bobotoh tidak mendapat informasi simpang siur. Yang pasti kami akan tuntut orang yang menuduh,” tegas Umuh di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (19/11).
Akan tetapi, Umuh belum bisa membeberkan sosok yang telah memberikan tuduhan kepada para pemainnya itu. Yang jelas tuduhan pengaturan skor ditunjukkan kepada Supardi Nasir, Ardi Idrus, Ghozali Siregar, Eka Ramdani serta Hariono.
Persib
“Saya sendiri sudah bicara langsung dengan Supardi, Ardi, termasuk Hariono. Mereka sampai menangis mengadu ke saya. Mereka sangat sakit (atas tudingan itu). Main 30 kali, satu kali kalah, masa dituding. Tuduhan itu sangat gila. Saya tidak percaya,” katanya.
Tuduhan itu, lanjut Umuh, sangat tidak beralasan. Sebab hal itu tidak mungkin terjadi pada para pemainnya karena setiap pertandingan selalu diberikan bonus.
“Saya mengeluarkan bonus ratusan juta, termasuk PT PBB untuk memberi motivasi pemain. Tidak mungkin saya memberi uang supaya tidak menang. Gila kan?,” kesalnya.
Umuh berharap situasi ini tidak membuat tim menjadi tidak kondusif. Sebab Persib masih menyisakan tiga pertandingan sebelum Liga 1 2018 berakhir.
“Saya harus ngambil langkah harus tegak lagi karena kita masih punya harapan. Tapi kalau sudah seperti ini kan sudah buyar, kasihan para pemain,” imbuhnya.