DBAsia News

Menerka Siapa yang Lebih Hebat Antara Courtois dengan Kepa Arrizabalaga

Thibaut Courtois

DBasia.news – Saga transfer Thibaut Courtois akhirnya berakhir. Chelsea memutuskan untuk melepas kiper Belgia itu ke Real Madrid setelah sebelumnya berupaya menahannya.

Keputusan Chelsea melepas Courtois tidak lepas dari keberhasilan mereka menggaet kiper muda Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga. Chelsea memang terkesan terdesak untuk mendapatkan pengganti setara. Hal ini bisa dilihat dari defisit yang harus ditelan dalam bisnis kiper ini.

Chelsea yang harus membayar 80 juta euro untuk memicu klausul pelepasan Kepa. Sedangkan untuk melepas Courtois, The Blues dikabarkan menerima 35 juta euro plus meminjamkan Mateo Kovacic ke Real Madrid.

Sebenarnya keputusan Chelsea memboyong Kepa terbilang mengejutkan. Pasalnya sebelumnya nama kiper berusia 23 tahun itu tidak pernah muncul. Yang acap disebut menjadi bidikan Chelsea sendiri adalah Jack Butland yang muncul setelah The Blues gagal menggaet Alisson Becker yang ditarik Liverpool.

Sebagai pengganti langsung Courtois, sangat wajar jika Kepa dibandingkan dengan pendahulunya yang sudah tujuh musim membela Chelsea. Lalu siapa yang lebih baik? Sudah tepatkan keputusan Chelsea mendatangkan Kepa untuk menggantikan Courtois?

 

Kepa Arrizabalaga


Tidak mudah membandingkan Kepa dengan Courtois karena kedua kiper ini memiliki karakter berbeda. Kepa lebih mirip dengan kiper Manchester United yang juga dari Spanyol, David de Gea.

Kepa dikenal piawai dalam mematahkan sepakan dan memiliki agilitas tinggi, pun dengan tingkat reaksinya. Bisa disimpulkan, dalam mematahkan sepakan lawan, Kepa lebih unggul. Selain itu, dengan postur yang tidak sejangkung Courtois, Kepa memiliki kemampuan bergerak lebih baik.

Di sisi lain, Courtois lebih mumpuni daripada Kepa dalam hal meladeni umpan silang. Berbeda dengan kiper lain, Courtois tergolong anti-meninju bola crossing, tidak seperti kiper kebanyakan. Sepanjang kariernya, Courtois merupakan salah satu kiper terbaik dunia dalam hal mengatasi bola silang. Dan, salah satu keunggulan Courtois adalah kemampuannya mengatasi tekanan di segala situasi.

Berhubungan dengan tekanan, justru inilah yang menjadi ujian terhebat yang bakal dihadapi Kepa. Sebagai contoh, De Gea sempat kesulitan beradaptasi dengan permainan fisik a la sepak bola Premier League kala pertama kali bergabung dengan Manchester United. Tidak menutup kemungkinan kesulitan serupa bakal dialami Kepa.

Sementara itu, salah satu alasan utama Chelsea memilih Kepa adalah kemampuannya memainkan bola dengan kakinya. Seperti diketahui ini bukanlah titik terkuat Courtois. Kiper Belgia ini acap terlihat tidak nyaman jika harus menerima back pass dari rekannya.

Sedangkan Kepa, dalam semusim terakhir semakin nyaman dengan bola ada di kakinya. Musim lalu misalnya, Kepa tercatat sukses melakukan 368 umpan panjang, tertinggi di LaLiga. Untuk umpan pendek, dia mencatat 221 umpan berhasil dari total 223 kali usaha.

Secara kualitas, atau paling tidak yang tersurat di atas statistik, Kepa bakal bisa menggantikan Courtois bahkan berpotensi lebih baik. Namun dengan catatan dia mampu mengatasi tekanan. Selain proses adaptasi, status kiper termahal dunia dengan baderol 80 juta euro juga bisa menjadi bumerang baginya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?