DBAsia News

Jose Mourinho Alami Fase Sulit di AS Roma

DBasia.news – Baru beberapa bulan setelah dilatih Jose Mourinho, AS Roma tengah melalui fase sulit di tengah inkonsistensi performa tim. Catatan Mourinho bahkan tidak lebih baik dari pendahulunya Paulo Fonseca.

Mourinho teken kontrak dengan Roma selama tiga tahun (hingga 2024). Awalnya segala berjalan manis bak bulan madu dengan enam kemenangan dari tujuh laga, tapi performa tim menurun sejak kalah di derby melawan Lazio pada September.

Roma kini telah menelan lima kekalahan di Serie A dan menurut Football-Italia, catatan itu dua lebih banyak dari Fonseca musim lalu. Roma saat ini mengoleksi 19 poin dari 12 laga Serie A, lima poin lebih rendah dari Fonseca di musim 2020-2021.

Setahun yang lalu juga Fonseca hanya kalah sekali dari tiga laga dari 12 laga Serie A, serta mengoleksi 24 poin. Fonseca yang juga berasal dari Portugal seperti Mourinho, memenangi tujuh laga dari 12 laga Serie A musim lalu (Mourinho enam).

Selain itu Roma-nya Fonseca juga mencetak 27 gol, lebih enam gol dari Roma saat ini. Kendati demikian, Il Giallorossi musim ini lebih baik dari sisi pertahanan dengan kebobolan 15 gol dari 12 laga, sedangkan musim lalu Roma kebobolan 17 gol.

Inkonsistensi Roma terlihat dari enam laga terakhir di seluruh kompetisi. Roma hanya sekali menang, sementara sisanya dua kali imbang dan tiga kali kalah. Detailnya melawan Bodo/Glimt (1-6), Napoli (0-0), Cagliari (2-1), Milan (1-2), Bodo/Glimt (2-2), dan Venezia (2-3).

“Sampai menjadi mustahil secara matematis, saya ingin terus mengatakan tempat keempat adalah targetnya. Roma finis keenam atau ketujuh dalam beberapa musim terakhir, klub melakukan upaya selama musim panas, tetapi itu lebih merupakan aktivitas transfer daripada membangun,” cetus Mourinho selepas laga melawan Venezia.

“Saya tidak berpikir skuad ini lebih kuat dari musim lalu. Kami kehilangan banyak pengalaman, kami harus mendatangkan pemain untuk menggantikan mereka yang pergi, banyak dari mereka yang kurang berpengalaman di level ini.”

“Sebagai pelatih dengan kontrak tiga tahun, musim ini bisa menjadi musim yang menyakitkan bagi tubuh dan jiwa, tetapi tetap sangat, sangat penting bagi saya untuk memahami sesuatu yang tidak dapat saya pahami sebelum saya tiba. Saya sudah tahu lebih banyak daripada yang saya lakukan dua bulan lalu,” pungkas dia.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?