DBAsia News

Terungkap Alasan Jurgen Klopp Tolak Latih Timnas Jerman

DBasia.news – Didi Hamann berpendapat, manajer Jurgen Klopp masih memiliki setumpuk tugas yang belum diselesaikan di klub sehingga dia menolak tawaran untuk menangani tim nasional Jerman.

Hamann, mantan gelandang Liverpool yang mencatatkan 59 caps bagi negaranya, menilai bahwa sang juru taktik pada akhirnya akan merambah pentas internasional.

Akan tetapi, di usia ke-53, Hamann yakin Klopp saat ini sedang fokus membangun dinasti di Anfield setelah berhasil membawa klub Merseyside kembali merajai kancah sepakbola Inggris.

“Saya kira cukup adil mengatakan bahwa ketika tugas untuk menangani Jerman tersedia, itu akan jadi milik Jurgen jika memang dia menginginkannya,” tutur Hamann.

“Dia akan menjadi pilihan populer berkat apa yang dicapainya di Borussia Dortmund dan atas apa yang dikerjakannya di Liverpool,” sambung Hamann.

“Memenangkan Liga Champions dan Liga Primer secara beturut-turut merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang mengonfirmasi dia sebagai salah di jajaran pelatih elite,” katanya lagi.

“Tapi Jurgen masih cukup muda. Saya menilai, dia tengah berkembang dalam pekerjaannya bersama para pemain setiap hari. Anda bisa bilang, dia mencintai itu,” lanjutnya.

“Saya kira dia akan tergoda dengan kesempatan untuk menjajal sepakbola internasional, tapi masih beberapa tahun lagi,” jelasnya.

“Hanya bisa berada di tempat latihan setiap tiga bulan akan menjadi sesuatu yang benar-benar gila bagi dia,” tandasnya.

Hamann, yang melalui tujuh musim di Anfield dan membantu The Reds memenangkan Liga Champions edisi 2005, menambahkan: “Jelas bahwa Klopp merasa seperti di rumah sendiri di Liverpool. Itu sungguh penting bagi dia.”

“Dia punya ikatan yang kuat dengan klub ini, fans dan kotanya sendiri,” imbuh Hamann.

“Apa yang dicapainya sejauh ini sungguh luar biasa. Tapi dia akan melihat itu dan yakin bahwa ini semua baru dimulai. Jurgen telah dikenang sebagai salah satu manajer terhebat Liverpool,” ujarnya lagi.

“Akan tetapi dia bisa terus menciptakan sesuatu yang sebanding dengan sosok-sosok seperti Shankly dan Paisley,” pungkas Hamann.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?