DBAsia News

Perseru Serui Terus Tampil Menanjak Di Tengah Minimnya Sorotan

Perseru: Kami Bagian dari Republik Indonesia

IDNGoal.news, – Liga 1 Indonesia 2018 sudah bergulir 11 pekan. Banyak kejutan terjadi mulai dari kembalinya Persipura Jayapura ke puncak klasemen, tak terlalu spesialnya penampilan Persija Jakarta, hingga performa mengejutkan Perseru Serui. Cerita terakhir ini cukup menarik untuk disimak.

Sejak promosi ke kasta tertinggi di tahun 2014, klub yang bermarkas di Stadion Marora ini tak pernah diperhitungkan. Bahkan setiap musim Perseru masuk dalam salah satu tim yang diprediksi akan terdegradasi.

Perseru Serui memang nyaris turun ke Liga 2 pada musim lalu. Namun, kemenangan penting 2-0 di markas Persib Bandung pada pekan terakhir sukses menyelamatkan mereka dari petaka.

Menatap musim 2018, Perseru sebenarnya memiliki persiapan yang tak meyakinkan. Diperkuat kebanyakan pemain lokal Papua dan beberapa pemain asing yang tak begitu memiliki nama, Kuda Laut Jingga mencoba yakin menatap Liga 1 musim ini.

Ditambah lagi dipilihnya sosok I Putu Gede sebagai pelatih juga cukup meragukan. Mantan gelandang tim nasional Indonesia itu sebelumnya belum pernah menangani satupun klub di kasta tertinggi.

Selain itu markas mereka, Stadion Marora yang terletak di Kepualauan Yapen, Papua Barat juga beberapa kali terganjal masalah fasilitas terutama soal penerangan. Hal itu pula yang memaska Perseru mengungsi untuk sementara ke Gajayana, Malang, selama bulan Ramadhan ini.

Meski demikian, dengan modal serba kurang meyakinkan seperti itu Perseru Serui bisa tampil bagus setidaknya hingga pekan ke-11 ini. Sejauh ini Ronaldo Mesido dan kolega mantap berada di posisi sembilan klasemen dengan raihan 14 poin.

Tiga poin terbaru mereka bahkan terasa cukup spesial. Bermain di stadion kosong Gajayana, skuat I Putu Gede berhasil mengalahkan salah satu kandidat juara musim ini, Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0 pada Minggu (27/5) malam WIB.

Minimnya sorotan dan tak ada tekanan yang terlalu besar membuat Perseru Serui akan tetap tampil nyaman di sepanjang musim ini. Dan klub yang identik dengan warna jingga dan hitam ini sangat berpotensi bisa melakukan lebih dari sekedar selamat dari jeratan degradasi.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?