DBAsia News

Man United Seharusnya Dilatih oleh Giggs

Ryan Giggs

DBasia.news –  Sudah lima tahun berlalu sejak Sir Alex Ferguson pensiun melatih Manchester United. Dalam kurun waktu tersebut, Red Devils menemui kesulitan untuk mendapatkan stabilitas atau keseimbangan yang bagus seperti di era Ferguson.

Jangankan bersaing merebutkan titel Premier League, Man United juga susah payah berjuang merebutkan tempat di empat besar alias zona Liga Champions. Tidak hanya itu, sampai saat ini Man United sudah berganti manajer sebanyak tiga kali.

David Moyes, Ryan Giggs (caretaker), Louis van Gaal, dan Jose Mourinho. Itulah empat manajer yang pernah dan sedang melatih (Mourinho) Man United pasca pensiunnya Ferguson. Man United memang terlihat susah move on dari Ferguson.

Maklum, Ferguson sudah melatih Man United selama 26 tahun dan sangat sukses meraih trofi-trofi prestisius. Status manajer terbaik se-Britania Raya juga tersemat kepada pria asal Skotlandia tersebut. Beliau jugalah yang membangun pondasi Man United selama bertahun-tahun.

Oleh karenanya, bagi sebagian besar fans lawas Man United, mereka cukup sedih melihat dekadensi tim kesayangan mereka di era sepak bola modern ini. Parahnya lagi rival sekota mereka, Manchester City, saat ini jauh lebih baik di tangan Pep Guardiola dibanding Man United.

Rene Meulensteen, mantan asisten Ferguson di United, memiliki teori unik soal kemunduran yang dialami Man United saat ini. Ia menilai situasi tersebut tidak akan terjadi apabila klub menunjuk Giggs sedari awal Ferguson pensiun.

 

Ryan Giggs


Di mata Meulensteen, Giggs sosok yang paling pantas melatih United karena mengenal dapur klub yang pernah dibelanya pada medio 1990-2014. Status caretaker atau manajer sementara tidak layak dijadikan barometer untuk mengukur kualitasnya.

“Di United ada stabilitas dan kontinuitas. Ferguson, David Gill, Keluarga Glazer. Semuanya bekerja seperti jarum jam. Jadi, ada cara lain melakukannya (segala hal di United), pada dasarnya menyertakan seseorang dari dalam. Kemudian, Ferguson bisa mengatur kepergiannya dengan cara berbeda,” ucap Meulensteen kepada Standard Sport.

“Dia bisa saja perlahan menghilang dan membantu dengan transisi yang penting ini, mendapatkan peran konsultan. Mengetahui Ryan Giggs sangat berkeinginan melanjutkan karier kepelatihan – dia telah mengambil lisensi – dia tahu United luar dalam. Budaya, identitas – dia tahu segalanya.”

“Plus bersama kami (staf kepelatihan Ferguson dahulu) di sekitarnya, serta Ferguson yang juga masih ada di sana, maka hal tersebut (Giggs melatih United) akan jadi skenario ideal. Ini hanya cara berbeda, strategi berbeda, yang saya pikir bisa bekerja baik,” tambah Meulensteen.

Segalanya memang masih bisa terjadi di masa depan. Namun, belum tentu juga Giggs akan melatih United karena saat ini ia memiliki tanggung jawab melatih timnas negara asalnya, Wales. Pengalaman melatih di Wales diharapkan fans menambah jam terbang Giggs sebagai manajer dan kemudian melatih United kelak.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?