DBAsia News

Man United Kebingungan Meraih Kemenangan Ketika Unggul Penguasaan Bola

DBasia.news –  Pasca imbang 1-1 melawan Everton, Manchester United kalah 0-2 dari Watford di Vicarage Road pada pekan 19 Premier League.

Dua laga tanpa kemenangan itu datang pasca Man United menang 2-1 melawan Tottenham Hotspur dan Manchester City. Dua gol The Hornets – julukan Watford – dicetak oleh Ismaila Sarr (50′) dan penalti Troy Deeney (54′).

Man United mendominasi permainan dengan 64 persen penguasaan bola, melepaskan 17 percobaan tendangan dan delapan di antaranya tepat sasaran. Bandingkan dengan Watford yang melancarkan 11 tendangan dan hanya tiga yang tepat sasaran – dua berbuah gol.

Hal itu semakin memperkuat fakta apabila Man United arahan Ole Gunnar Solskjaer tim yang defensif dan cenderung mengandalkan serangan balik. Ketika mereka mendominasi penguasaan bola, mereka tidak tahu atau kesulitan melawan tim yang merapatkan barisan pertahanan seperti Watford.

Fakta itu diperkuat melalui statistik dari Opta. Persentase kemenangan Harry Maguire dkk lebih besar ketika mereka tidak banyak menguasai penguasaan bola.

“Di bawah Ole Gunnar Solskjaer, Man United telah memenangi 73 persen (delapan dari 11) laga-laga Premier League ketika mereka tidak banyak menguasai penguasaan bola. Bandingkan dengan 36 persen (10 dari 28 laga) ketika mereka lebih banyak mendominasi – termasuk satu dari 17 laga,” tutur @OptaJoe.

Watford, meski ada di dasar klasemen, memperbesar kans untuk keluar dari zona degradasi dengan raihan 12 poin. Sedangkan Man United tertahan di urutan delapan dengan raihan 25 poin, terpaut tujuh poin dari Chelsea di peringkat empat klasemen.

“Itu (paruh pertama laga) sangat mengecewakan. Saya kecewa dengan paruh pertama lebih ketimbang paruh kedua, jujur saja. Tempo tadi lambat, kecepatan laga testimonial, tidak ada urgensi, dan di turun minum Anda berharap adanya reaksi,” tutur Solskjaer.

“Tentu saja mereka (Watford) mencetak gol pertama, itulah hal yang menakutkan. Itu seringkali terjadi dalam sepak bola dan kami tak bisa bangkit darinya.”

Kesulitan Man United membongkar rapatnya pertahanan lawan itulah yang memunculkan rumor ketertarikan klub kepada sejumlah pengatur serangan, seperti: James Maddison, Bruno Fernandez, dan James Rodriguez.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?