DBAsia News

Ketika Dortmund Menjadi Klub Penghasil Striker Hebat

Borussia Dortmund

DBasia.news – Borussia Dortmund merupakan salah satu klub tersukses Bundesliga. Meski begitu, Dortmund masih dalam baying-bayang Bayern Munchen.

Patah tumbuh hilang berganti. Peribahasa itu sangat pas untuk menggambarkan apa yang terjadi di Borussia Dortmund. Khususnya dalam kesuksesan mereka selalu menghasilkan penyerang tangguh.

Ya, paling tidak hampir dalam rentang satu dekade terakhir, klub asal Lembah Ruhr ini selalu ditinggal oleh penyerang andalan. Namun seketika mereka bisa mendapatkan pengganti yang tidak kalah brilian.

Musim ini, Die Borussen mengapungkan Paco Alcacer, striker yang “disekolahkan” oleh Barcelona. Jebolan tim muda Valencia ini sudah menunjukkan potensi menjadi tombak andalan teranyar Dortmund. Alcacer sukses menandai debut di Bundesliga dengan sebuah gol pekan lalu.

Dortmund tampaknya memang jeli dalam memburu penyerang yang bisa langsung nyetel dengan sistem permainan mereka. Sederet nama penyerang tangguh pernah dihasilkan. Dan sejak 2009, Dortmund selalu bisa mendapatkan penyerang baru nan tajam.

Berikut daftar penyerang Dortmund sejak 2009:

Lucas Barrios (2009-12)

 

Lucas Barrios


Penyerang asal Paraguay ini tiba di Westphalia pada Juli 2009. Dortmund tepincut Barrios yang pada musim sebelumnya mengemas 37 gol bersama Colo Colo di liga Chile. Jumlah yang menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak di dunia oleh IFFHS.

Pada musim pertama bersama Dortmund, Barrios mampu menyumbang 19 gol di Bundeslga dan total 23 di semua kompetisi. Pada musim berikutnya Barrios menambah 16 gol. Namun pada 2010, menyusul datangnya Robert Lewandowski, performa Barrios menurun hingga akhirnya hengkang ke Blackburn Rovers pada 2012. Sepanjang bersama Dortmund, Barrios mencetak 39 gol dan 82 penampilan.

Robert Lewandowski (2010-14)

Saat datang ke Dortmund dari Lech Poznan pada 2010, tidak banyak yang mengenal nama Robert Lewandowski. Kala itu dia bahkan baru tercatat sekali tampil bersama timnas Polandia.

Dortmund tertarik merekrut Lewandowski setelah dia sukses menjadi kunci sukses Lech Poznan menjadi juara liga Polandia pertama kalinya dalam 17 tahun.

Leewandowski juga tidak langsung menjadi pilihan utama di klub barunya. Dia baru dimainkan ketika penyerang andalan Dortmund, Lucas Barrios dibekap cedera. Namun Lewandowski tidak patah semangat. Musim berikutnya, Lewandowski berhasil mendapatkan tempat di tim utama.

Sumbangan 30 gol di musim tersebut berandil besar dalam sukses Dortmund meraih gelar ganda, Bundesliga dan Piala Jerman di bawah Jurgen Klopp. Bahkan pada musim ini dia mencatat rekor klub dengan mencetak gol dalam 12 laga beruntun di Bundesliga.

Lewandowski juga membuat catatan emas sebagai pemain pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang membuat empat gol di laga semifinal. Rekor ini dbuat kala Dortmund membekap Real Madrid 4-1.

Setelah membuat 74 gol dalam 131 laga, pemain yang akrab disapa Lewy ini hengkang ke rival Dortmund, Bayern Munchen pada 2014.

Pierre-Emerick Aubameyang (2013-18)

Ditinggal mesin gol tangguh macam Lewandowski tidak membuat Dortmund kehilangan ketajaman. Pasalnya secara brilian Dortmund memindahkan Aubameyang menjadi striker utama.

Pada musim sebelumnya, Auba beroperasi di sisi lapangan sebagai pendamping Lewy. Mendapat posisi baru, Aubameyang menjelma menjadi penyerang yang ditakuti lawan. Insting membunuh dan kecepatan menjadi kombinasi maut yang dimiliki Aubameyang.

Pemain yang pernah dididik AC Milan itu langsung menjadi andalan Dortmund dalam memburu gol. Pada musim 2016-17, Auba menjadi Torjagerkanone alias pencetak gol terbanyak di Bundesliga dengan 31 gol. Dalam sejarah Bundesliga, hanya Dieter Muller yang mampu membuat gol lebih banyak daripada Aubameyang dalam satu musim (34 gol pada 1977).

Setelah mengemas 98 gol dari 144 laga, Aubameyang meninggalkan Dortmund untuk bergabung dengan Arsenal pada Januari 2018.

Michy Batshuayi (Januari-Juni 2018)

Kehilangan Aubameyang di paruh musim sejatinya akan membuat pusing Dortmund. Namun rasa pusing itu tidak berlangsung lama karena Dortmund memiliki obat bernama Batshuayi.

Penyerang muda Belgia yang dipinjam dar Chelsea ini langsung bisa masuk ke dalam tim barunya dengan mulus. Bahkan pada debutnya Batshuayi langsung membuat dua gol.

Meski hanya separuh, kontribusi Batshuayi bersama Dortmund terbilang besar. Terlebih di masuk untuk menggantikan penyerang sekelas Aubameyang, sumber utama gol Dortmund.

Dortmund pantas bersyukur bisa menggunakan jasa Batshuayi. Pasalnya, tiap kali dia membuat gol, Dortmund selalu meraih tiga poin. Apalagi di akhir musim Dortmund sukses meraih tiket ke Liga Champions berkat unggul selisih gol dari Bayer Leverkusen. Itu semua tidak lepas dari tujuh gol yang dilesakkan Batshuayi dalam 10 laga.

Musim ini Batshuayi kembali berstatus sebagai pemain pinjaman. Kali ini dia berpetualang di LaLiga Spanyol bersama Valencia.

Sedangkan Dortmund saat ini sudah memiliki pemain pinjaman lain, Paco Alcacer yang menandai debutnya dengan mencetak gol. Patah tumbuh hilang berganti.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?