DBAsia News

Inter Milan Berada di Periode Negatif, Luciano Spalletti Tidak Takut Dipecat

Luciano Spalletti


DBasia.news –  Inter Milan tengah mengalami krisis saat ini, sebab mereka sedang berada di periode negatif. Inter kalah 0-1 dari Bologna di pekan 22 Serie A, Senin (4/2) dini hari WIB di Giuseppe Meazza.

Rumor pemecatan Luciano Spalletti semakin santer terdengar dengan potensi penggantinya Antonio Conte. Kekalahan dari Bologna itu memastikan bahwa Nerazzurri hanya meraih satu poin dari laga-laga Serie A yang telah berlangsung di tahun 2019.

Jika dilihat ke belakang, Inter hanya sekali menang dari lima laga yang telah berlangsung di seluruh kompetisi sejak pergantian tahun. Pasca menang telak 6-2 melawan Benevento di 16 besar Coppa Italia, Mauro Icardi dkk tidak pernah menang lagi.

Diawali dengan hasil imbang tanpa gol melawan Sassuolo (20/1), Inter kalah 0-1 dari Torino (28/1), disingkirkan Lazio via drama adu penalti di perempat final Coppa Italia (1/2), dan kemudian kalah 0-1 dari Bologna.

“Beberapa hal mengesalkan saya, tapi untuk sisanya kami akan menanti seperti biasanya dari analisis pasca laga di keesokan harinya. Kami terlihat terintimidasi dan menciptakan masalah untuk diri kami sendiri, meski itu tidak dibutuhkan,” tutur Spalletti kepada Sky Sport Italia.

“Jika Anda tidak punya karakter kuat untuk menyami sejarah klub dan stadion, Anda tidak bisa bereaksi. Mungkin dari sisi itu kami paling menderita. Saya pikir kami setidaknya membangun pondasi yang kuat, tapi malahan kami melakukan kesalahan yang benar-benar mendasar.”

Rumor pemecatan membayangi mantan pelatih Zenit St Petersburg dan AS Roma tersebut. Kendati demikian, Spalletti masih memiliki keyakinan penuh pemain dan jajaran direksi Inter mendukung sepenuhnya untuk melanjutkan pekerjaan.

“Saya percaya demikian (mendapatkan dukungan). Ini semua tentang detail dan sebuah insiden yang bisa sesuai dengan keinginan Anda atau tidak,” tambah Spalletti.

“Setelahnya, menjaga keseimbangan yang tepat kala bertanding, tanpa mencoba memenangi laga dengan kemampuan Anda sendiri atau memaksakan permainan. Anda bisa melihat tim mendukung saya, tapi kami kurang sesuatu dalam pertarungan,” pungkasnya.

Inter saat ini berada di peringkat tiga klasemen Serie A dengan perolehan 40 poin. Jarak itu bisa dipangkas Milan (35 poin) atau AS Roma (34 poin) apabila salah satu di antara mereka memenangi laga di pekan 22.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?