DBAsia News

Bela Timnas Korsel di Piala Asia 2019, Son Heung-min Pamitan dengan Tottenham Hotspur

Son Heung-min

DBasia.news – Waktu rehat, istirahat, atau berlibur tampak menjadi hal yang langka bagi penyerang sayap Tottenham Hotspur, Son Heung-min. Sejak akhir musim 2017-18 Son jarang beristirahat.

Baru sebentar rehat dari aktivitas padat kompetisi dengan Spurs, Son kembali memenuhi panggilan negara di ajang Piala Dunia 2018. Lalu, setelah menyelesaikan Piala Dunia dengan kegagalan timnas Korea Selatan (Korsel) lolos dari penyisihan grup, Son bergabung dengan Spurs jelang musim baru.

Tidak lama setelah musim 2018-19 dimulai, pemain berusia 26 tahun bermain di Asian Games 2018 yang berlangsung di Indonesia. Kali ini, Son sukses membawa negaranya meraih medali emas hingga dia terbebas dari wamil (wajib militer).

Son tidak punya waktu istirahat. Servisnya langsung digunakan Mauricio Pochettino pasca menempuh perjalanan jauh dari Indonesia. Hal yang wajar. Selain Spurs tidak membeli pemain baru di bursa transfer musim panas, Son merupakan pemain andalan Pochettino.

Sempat terlihat jetlag dan kelelahan, Son baru mulai menemukan performanya jelang akhir tahun 2018 yang berlanjut hingga awal 2019. Dalam sembilan laga terakhir dengan Spurs, Son mencetak delapan gol.

Akan tapi, lagi-lagi Pochettino tak bisa terus memainkan Son di tengah momentum bagusnya itu. Sebab, eks pemain Bayer Leverkusen akan bergabung dengan timnas Korsel untuk mengikuti Piala Asia 2019.

Berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA) dari tanggal 5 Januari hingga 1 Februari 2019, Korsel berada di grup C dengan Tiongkok, Kirigistan, dan Filipina. Son diagendakan bertolak ke UEA setelah laga melawan Manchester United pada 13 Januari 2018.

Kendati masih ada selang waktu 10 hari sebelum Son pergi, sang pemain sudah pamitan dan minta maaf kepada rekan setim, manajer, dan fans Tottenham. Itu artinya Son akan melewatkan lima laga dengan Spurs.

“Tentu saja saya merasa sangat tidak enak (kepada Spurs dan fans) karena saya telah banyak melewatkan (laga-laga) di bulan September. Saya minta maaf kepada rekan setim, fans, dan staf pelatih. Ini sulit,” tutur Son di Dailymail.

“Terkadang Anda berpikir ini sedikit menyedihkan, tapi juga penting untuk negara saya. Saya harap saya bisa menjaga performa saya dengan timnas dan juga ketika kembali ke sini lagi,” tambah Son.

Lebih lanjut, pemain kelahiran Chuncheon 8 Juli 1992 itu mengakui bahwa dia memang kelelahan setelah Asian Games 2018. Kendati demikian, demi mempersembahkan titel Piala Asia yang belum pernah diraih lebih selama 59 tahun, Son siap kembali mengharumkan nama negaranya.

“Saya lelah setelah Asian Games karena dalam turnamen itu kami bermain (setiap) dua atau tiga hari. Sangat penting untuk ada di mental yang benar di Piala Asia dan kembali dengan pemikiran kuat, juga dengan fisik yang kuat,” terang Son.

“Pada November jadi titik balik saya karena saya lelah dan tidak bepergian. Bagus menjalani waktu itu, beberapa hari berlibur, dan sesi latihan keras dengan tim. Tapi Piala Asia besar bagi kami (Korsel) karena kami tidak memenanginya selama 59 tahun,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?