VAR Anulir Gol Kemenangan Everton Atas Manchester United, Dominic Calvert-Lewin: Ini Bencana

DBasia.news –  Dominic Calvert-Lewin dibuat tercengang dengan keputusan yang menganulir gol telat yang berpotensi membawa Everton menang atas Manchester United dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (2/2) malam WIB.

Sempat tertinggal dari gol Calvert-Lewin yang memanfaatkan blunder kiper Man United, David De Gea, United arahan Ole Gunnar Solskjaer membalasnya di menit 31 dari sepakan jarak jauh Bruno Fernandes.

Calvert-Lewin sedianya mencetak gol jelang laga bubar ketika sepakannya mengenai kaki Harry Maguire dan terdefleksi masuk ke gawang United. Akan tapi setelah melihat tayangan ulang VAR, Chris Kavanagh, wasit laga, menganulirnya.

Gol itu dianulir karena Gylfi Sigurdsson, gelandang Everton, berada di jalur bola dan dinilai menganggu pandangan De Gea hingga pemain asal Islandia itu dianggap offside. Hal itu dipertegas oleh badan Ofisial Pertandingan Premier League (PGMOL).

“Keputusan di lapangan adalah untuk memberikan gol, tetapi VAR memberi tahu wasit bahwa Sigurdsson berada dalam posisi offside langsung (karena berada) di garis visi David de Gea dan membuat tindakan nyata yang berdampak pada kemampuan de Gea untuk melakukan penyelamatan,” demikian pernyataan dari PGMOL.

Gol Calvert-Lewin itu sejatinya bisa memberikan kemenangan untuk Everton, bahkan ketika gol terjadi fans di Goodison Park bergemuruh kencang. Sang penyerang tak percaya golnya dianulir.

“Itu bencana. Ya ampun. Ini (bola) bahkan tidak dalam garis pandangnya (De Gea),” tambah Calvert-Lewin.

“Saat ini saya tidak yakin tetapi telah melihatnya lagi … Penjaga gawang sudah pergi ke arah lain. De Gea tidak akan pernah menyelamatkannya. Apa yang bisa Anda lakukan?”

Carlo Ancelotti, manajer Everton, sampai diberi kartu merah karena reaksi kerasnya selepas laga berakhir kepada Cavanagh.

Regulasi

Menurut regulasi FA dalam aturan ifab untuk musim 2019-20, pemain dapat dikategorikan offside apabila:

1. Menganggu pertandingan dengan memainkan atau menyentuh bola yang dioper atau disentuh oleh rekan setim.

2. Menggganggu lawan dengan:

– Mencegah lawan bermain atau dapat memainkan bola dengan jelas karena pandangan yang terganggu (dari lawan).

– Merebutkan bola dengan lawan

– Dengan jelas berniat memainkan bola ketika bola mendekat dan aksinya berdampak kepada lawan

– Melakukan aksi dengan jelas yang memengaruhi kemampuan lawan memainkan bola.