Tengah Krisis Pemain Belakang, Ini Solusi Bagi Barcelona

Thomas Vermaelen

DBasia.news – Barcelona sedang dilanda masalah. Blaugrana krisis pemain belakang. Sejumlah pemain belakang Barcelona menderita cedera saat jeda internasional membela negaranya masing-masing.

Thomas Vermaelen menjadi korban. Bek berusia 32 tahun cedera kala membela timnas Belgia saat melawan Swiss. Vermaelen cedera betis dan diprediksi absen selama kurang lebih enam pekan alias sebulan.

Vermaelen menambah daftar pemain yang ada di ruang perawatan Barca setelah sebelumnya Samuel Umtiti cedera. Bek asal Prancis sudah cedera sejak September lalu dan tengah menjalani pemulihan saat ini.

Gerard Pique


Cederanya dua bek itu memastikan saat ini Barca hanya punya dua bek yang tersedia untuk dimainkan Valverde, yakni Gerard Pique dan Clement Lenglet. Mereka seyogyanya harus tetap terbebas dari cedera atau terhindar dari sanksi akumulasi kartu sampai Umtiti atau Vermaelen pulih dari cedera.

Itu artinya, duet Pique-Lenglet akan jadi andalan Valverde saat Barca melawan Sevilla, Inter Milan, dan Real Madrid di bulan Oktober ini – ketiganya bukan lawan yang mudah. Sevilla pernah mengalahkan Madrid dengan skor 3-0, sementara Inter dan Madrid merupakan dua tim kuat Eropa yang tidak dapat diremehkan.

Pique sejauh ini bermain di seluruh laga Barcelona dan tandemnya, Lenglet tampil enam kali dari 11 laga Barca (empat kali jadi starter). Statistik ketika keduanya bermain pun tidak bagus-bagus amat.

“Setiap 85 menit mereka (Pique-Lenglet) kebobolan gol. Pique dan Lenglet telah bermain bersama selama 340 menit musim ini. Mereka membiarkan empat gol tercipta ketika bermain bersama. Gol setiap 85 menit, lebih baik dari total keseluruhan 12 gol Barca dari 11 laga, satu gol tiap 82,5 menit,” tulis Sport-English dalam salah satu artikelnya.

Clement Lenglet


Jika dirincikan secara lebih mendetail statistik mereka, maka catatan yang keluar seperti ini:

Gerard Pique: tampil 11 kali, bermain selama 990 menit, dua gol (satu tandukkan dan satu kaki kiri), dua kartu kuning, nol kartu merah, total usaha operan sebanyak 933 kali, akurasi operan 92,8 persen (866 operan), delapan tendangan (lima tepat sasaran), merebut bola 79 kali, kehilangan bola 71 kali.

Clement Lenglet: tampil enam kali (empat starter), bermain selama 340 menit, kartu merah satu, total operan 255 kali, akurasi operan 93,7 persen (239 operan), dua tendangan, enam pelanggaran, 25 kali merebut bola, 20 kali kehilangan bola

Solusi Darurat

Josep Maria Bartomeu, Presiden Barca, baru ini berkata akan coba mencari tambahan amunisi bek di bursa transfer musim dingin yang baru dibuka Januari mendatang. Ini artinya, Valverde harus memaksimalkan skuat yang ada saat ini selama tiga bulan ke depan.

Tentu, segala hal bisa terjadi dari Oktober ke Desember, seperti Umtiti atau Vermaelen yang sudah pulih dari cedera. Kendati demikian, Valverde harus menyiapkan rencana alternatif, paling tidak sampai El Clasico kontra Madrid pada 28 Oktober 2018.

Solusi alternatif (atau lebih tepatnya darurat) itu adalah memainkan salah satu full-back sebagai bek tengah. Bisa Nelson Semedo, Sergi Roberto, atau bahkan Jordi Alba. Toh, Valverde pernah melakukan eksperimen semacam itu.

Pada Februari lalu saat melawan Getafe, Barca tak bisa memainkan Umtiti karena akumulasi kartu serta Vermaelen dan Pique yang cedera. Alhasil, Valverde memainkan Yerry Mina (kini di Everton) dengan tandemnya yang notabene bek kiri, Lucas Digne (juga di Everton saat ini). Laga berakhir tanpa gol.

Memang, memainkan full-back sebagai bek tengah cukup riskan bagi mereka yang belum pernah sekalipun jadi bek sentral. Namun, pilihan itu bisa jadi alternatif bagi Valverde, yang bisa juga menerapkan formasi tiga bek sebagai pilihan lainnya.