Spaso Nilai Metode Latihan Fisik Shin Tae-yong Sangat Berat

DBasia.news –  Penyerang Bali United, Ilija Spasojevic, mengakui latihan fisik Timnas Indonesia era Shin Tae-yong sangat berat.

Spaso sangat sependapat dengan manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, soal perbaikan fisik pemain Skuat Garuda. Menurutnya, hal itu sangat penting, di mana fisik pemain Timnas Indonesia sering kedodoran.

“Tentu saja berat, karena memang kita masih di awal musim (persiapan dengan klub). Disiplin dan kerja keras menjadi yang utama. Kami banyak melakukan latihan fisik di dua hari awal (TC). Karena menurut pelatih hal yang paling utama fisik. Dia tidak mau pemain hanya bermain selama 60 menit,” kata Spaso di Stadion Madya, Senayan, Minggu (16/2).

“Saya lihat pelatih tidak peduli dengan apapun kecuali kualitas dan fisik pemain. Karena itulah pemain kerja keras. Saya perlu adaptasi lebih, namun sejauh ini berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Timnas Indonesia sedang melakoni pemusatan latihan (TC) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. TC ini berlangsung selama 10 hari dari 14 hingga 23 Februari 2020.

TC ini juga sebagai persiapan Timnas Indonesia menghadapi Thailand (26 Maret) dan Uni Emirat Arab (UEA) (31 Maret). Itu merupakan dua laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023.

Dalam TC ini, Shin Tae-yong memanggil 34 pemain dengan dua penggawa tambahan. Namun sudah berjalan dua hari, TC ini hanya bisa diikuti 33 pemain.

Tiga pemain absen yakni Rudolof Yanto Basna (PT Prachuap FC, Thailand), Firza Andika (PSM Makassar), dan Septian David Maulana (PSIS Semarang). Dua pemain tambahan, yakni Koko Ari Araya (Persebaya Surabaya) dan Asep Berlian (Madura United) sudah bergabung dalam latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (16/2).

Sementara itu, dalam 33 pemain yang hadir di TC, empat di antaranya penggawa Timnas Indonesia U-19. Keempat pemain adalah Alfreandra Dewangga dan Pratama Arhan Alif (PSIS Semarang), Irfan Jauhari (Bali United), serta Muhammad Adi Satrio (PSMS Medan).

Porsi latihan TC Timnas Indonesia fokus pembenahan fisik terlebih dahulu. Setelah itu, memasuki taktik dan teknik permainan.