DBAsia News

Semakin Dekat Dengan Scudetto, Conte Minta Inter Jangan Merasa Tenang Dulu

DBasia.news – Peluang Inter Milan untuk meraih Scudetto semakin besar usai mengalahkan Cagliari pada pekan ke-30 Serie A 2020-2021. Namun hal itu belum membuat tenang sang pelatih, Antonio Conte.

Dalam laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (11/4), Inter menang dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Nerazzurri dicetak Matteo Darmian pada menit ke-77.

Tambahan tiga poin membuat Inter sukses menjaga jarak dengan pesaing terdekatnya, AC Milan. Kedua tim kini berselisih sebelas poin dengan delapan laga tersisa.

Conte tak ragu memberikan pujian kepada para pemainnya. Ia menilai Romelu Lukaku sudah jauh lebih berkembang ketimbang musim lalu.

“Milan mengalahkan Parma kemarin dan sangat penting untuk memenangkan pertandingan ini agar jarak di antara kami tidak berubah.

Banyak pemain saya tidak pernah mengalami tekanan seperti itu dan saya sangat puas dengan apa yang mereka lakukan,” kata Conte kepada DAZN.

Dengan performa yang konsisten, Inter tampaknya tinggal menunggu waktu untuk mengakhiri dominasi Juventus di Serie A. La Beneamata praktis hanya butuh empat kemenangan lagi untuk mengakhiri perburuan gelar.

Meski begitu, Conte tak mau tim asuhannya terpaku dengan jumlah poin yang harus dikumpulkan untuk meraih gelar juara. Ia ingin Inter menyapu bersih delapan laga sisa dengan kemenangan tanpa memikirkan klasemen.

“Saya sangat suka menang dan itulah yang ingin saya sampaikan kepada para pemain. Saya tidak ingin berhenti dan menghitung berapa banyak pertandingan tersisa (untuk memenangkan gelar),” tambahnya.

“Pekerjaan belum selesai. Kami memenangkan tiga pertandingan penting dalam delapan hari, tetapi kami memiliki delapan pertandingan lagi ke depan.”

Makna selebrasi

Di balik kemenangan atas Cagliari, Conte sempat mencuri perhatian. Ia terlihat ikut merayakan gol yang dicetak Darmian bersama para pemain Inter lainnya.

Conte punya alasan kuat melakukan hal tersebut. Ini menjadi bukti eratnya hubungan semua komponen di Inter.

“Saya tidak menganggap diri saya sebagai kakak mereka, tapi terkadang saya mencium kepala pemain saya. Mereka tahu saya siap lompat ke api untuk mereka,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?