Romelu Lukaku Jadi Sosok Pembeda untuk Belgia

DBasia.news – Bagi tim nasional Belgia, laga ketiga grup F melawan Kroasia menjadi laga penentuan hidup dan mati untuk menentukan langkah agar bisa lolos ke fase gugur atau 16 besar Piala Dunia 2022.

Belgia tak bisa mengharapkan hasil imbang di laga nanti untuk lolos sebab mereka kini ada di urutan tiga dengan tiga poin, di bawah Kroasia dan Maroko yang sama-sama punya empat poin. Sementara Maroko melawan Kanada di laga terakhir grup.

Kondisi Belgia juga sedang tidak baik-baik saja menyusul bocornya kabar konflik internal, dengan pemain-pemain senior seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, dan Jan Vertonghen saling menyalahkan satu sama lain.

Pelatih Belgia, Roberto Martinez, membantah kabar tersebut dan menyesali kabar buruk tersebut datang justru dari media-media Belgia yang memecah timnas.

“Beberapa media di Belgia cukup senang membuat berita palsu. Standar datang dari dalam, kami memiliki kubu yang tidak senang dengan penampilan kami selama dua pertandingan,” ucap Martinez di sesi konferensi pers.

“Ada lebih banyak keinginan untuk menemukan berita negatif di sekitar tim ini daripada menyatukan bangsa ini, mendukung tim ini dan menikmati bakat dari generasi terbaik yang pernah kami miliki di sepak bola Belgia.”

Kabar baiknya Belgia dalam dua laga terakhir di seluruh kompetisi menang atas Kroasia dan Romelu Lukaku mencetak tiga gol. Lukaku berpeluang tampil di laga nanti meski sedianya ia belum terlalu fit pasca cedera. Tetapi jika ia bermain Martinez yakin Lukaku dapat jadi pembeda bagi Belgia.

“Saya belum tahu apakah Lukaku bisa menjadi starter di pertandingan, tapi saya harap begitu,” harap Martinez dikutip dari Football-Italia.

“Untuk tim saya, bermain dengannya membuat semua perbedaan di dunia. Dia adalah seorang pemimpin alami, dia menahan garis (lini depan) sendiri, adalah titik referensi dan fundamental.”

Zlatko Dalic, pelatih Kroasia, pun harap-harap cemas jika Lukaku bermain karena ia punya kemampuan mengubah permainan dalam kondisi prima, khususnya dengan kekuatan fisik yang dimiliki striker Inter Milan tersebut.

“Kami memprediksi Lukaku bermain sejak awal. Ini berarti Belgia akan mengubah cara bermain mereka, dengan dia sebagai figur sentral mereka dalam menyerang,” tambah Dalic.

“Tidak ada gunanya menantang dia secara fisik, karena dia lebih kuat dari kami. Jika kami menempatkan posisi kami dengan benar dan menggandakan penjagaan, kami dapat menyelesaikan separuh masalah,” urainya.