Psywar Dimulai, Jurgen Klopp Arahkan Tekanan kepada Pep Guardiola

DBasia.news – Juara bertahan Premier League, Manchester City, akan menjamu rival utama perburuan liga dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool, di pekan 32 Premier League di Etihad Stadium, Minggu (10/04) pukul 22.30 WIB.

Duel kedua tim nanti akan menentukan perburuan titel Premier League. City memiliki 73 poin dari 30 laga dan ada di urutan satu, menyusul tepat di bawah mereka Liverpool dengan 72 poin dari 30 laga.

Momentum juga dimiliki City dan Liverpool setelah meraih kemenangan di Liga Champions: City menang 1-0 atas Atletico Madrid dan Liverpool menang 3-1 di markas Benfica. Pertemuan keduanya di Anfield pada awal musim ini berakhir imbang 2-2.

Jurgen Klopp, manajer Liverpool, memulai psywar dengan memberikan tekanan kepada manajer City, Pep Guardiola. Klopp membela Guardiola dengan menyebutnya pelatih terbaik dunia, meski faktanya Guardiola tak lagi memenangi Liga Champions setelah meraihnya bersama Barcelona.

“Ironis! Saya melihat ada cerita di Ekuador minggu ini yang mengklaim bahwa saya tidak mengerti Luis Diaz. Anda memiliki tanggung jawab di planet ini. Jika Anda ingin berbicara dengan kami, tolong bantu kami. Pep berkata dengan ironis, ‘Saya terlalu banyak berpikir, dan saya suka terlalu banyak berpikir’,” terang Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.

Pep adalah pelatih terbaik di dunia. Saya pikir kita semua akan setuju tentang itu dan mungkin kebetulan bahwa itu tidak berhasil di Liga Champions sejauh ini. Jika ada yang meragukannya, saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.”

Klopp juga memprediksi laga nanti juga bakal berlangsung seru mengingat rivalitas besar kedua klub. Klopp juga tidak pernah meragukan mentalitas timnya.

“Seringkali hal itu tidak terjadi ketika dua tim papan atas saling berhadapan, tetapi sejarah pertandingan kami telah menunjukkan bahwa mereka menjadi tontonan yang menarik karena kedua tim benar-benar melakukannya,” tambah pelatih asal Jerman tersebut.

Kedua tim ingin menggunakan momentum, memangkas jarak, dan menciptakan momentum. Kami berdua ingin memangkas jarak, jadi saya mengharapkan pertandingan yang menarik.”

“Dalam olahraga, yang paling membantu adalah memiliki lawan yang kuat. Dalam jangka panjang, terutama, itu paling membantu Anda. Saya yakin (Rafael) Nadal dan (Roger) Federer saling membantu. Saya tidak yakin itu akan terjadi jika mereka tidak memiliki satu sama lain untuk bersaing.”

Saya tidak akan mengatakan itu membantu (memiliki City sebagai rival), tetapi itu tidak menyangkal perkembangan kami.”

Saya tidak khawatir tentang mentalitas anak-anak saya. Kami telah belajar selama bertahun-tahun untuk berada dalam permainan tetapi setelah pertandingan dengan Benfica mereka sadar bahwa sekarang adalah ‘waktu City’, dan kami akan bersiap,” pungkas Klopp.