PSSI Diancam Dilaporkan ke FIFA

Mario Gomez

DBasia.news – Hukuman Komisi Disiplin PSSI kepada Persib Bandung rupanya membuat pelatih Persib Bandung, Mario Gomez tidah habis pikir.

Sang pelatih mengatakan berencana untuk melaporkan PSSI ke FIFA. Menurut Gomez, hukuman yang dikeluarkan PSSI sudah menyimpang.

PSSI melalui Komdis memberikan sanksi yang dinilai Gomez aneh kepada timnya. Semua itu dirasa sudah keluar dari jalur yang sudah ditetapkan.

Persib mendapatkan 9 poin pelanggaraan usai menjamu Persija Jakarta di pekan ke-23 Liga 1 yang telah digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Minggu (23/9) lalu.

“Saya tidak mengerti kenapa menerima sanksi seperti ini, kenapa mereka tidak memberikan sanksi seperti ini pada tim lain. Karena saya ingat ketika terakhir kami bertandang ke Arema penonton masuk ke dalam lapangan dan beberapa dari mereka mau menyerang pemain kami, seseorang juga ada yang melukai kepala saya. Mungkin bagi federasi ini berbeda,” ujarnya.

 

Persib


Gomez juga masih teringat dengan peristiwa yang terjadi saat Persija dan Arema FC bertemu di Stadion Kanjuruhan Malang. Saat itu, suporter meluber ke sisi lapangan hingga jadwal kick off lambat 30 menit.

“Bagi saya mereka tidak menanggapi ini secara serius, mungkin ini karena Persija kalah. Semua tahu, bahkan para fans juga harus tahu. Mungkin jika Persija datang ke sini setidaknya draw, Liga tidak akan berhenti, tetapi karena mereka kalah, mereka tidak suka dan teman mereka, Arema, Madura juga tidak suka,” kata Gomez lagi.

Di luar hukuman, Mario Gomez juga mempertanyakan jadwal Persib melawan Madura United di pekan ke-24 yang jatuh pada 9 Oktober mendatang.

“Padahal tanggal 9 adalah agenda FIFA (Timnas). Klub seharusnya tidak bertanding. Ini gila, jangan berjalan di luar aturan FIFA. Seharusnya FIFA tahu ini, seharusnya tanggal 7 hingga 17 itu klub tidak bisa main dan yang bermain adalah Timnas. Saya bingung kenapa itu tidak berlaku di sini,” tuturnya.

“Semua ini untuk Indonesia. Kalian harus berbenah, mungkin ini kenapa peringkat FIFA terus saja berada di sekitar urutan 170. Banyak pemain asing yang tak mau bermain di sini, banyak, mereka menolak untuk bermain di Indonesia.”

“Di sini tidak ‘bersih’ dan banyak pemain tak ingin ke Indonesia. Jika kalian tidak mau berubah, kalian tidak akan berkembang,” tutup Gomez.