PSMS Medan Dipermasalahkan, Pembina Klub Gusar

PSMS Medan

DBasia.news –  Pembina PSMS Medan, Edy Rahmayadi gusar dengan permasalahan logo klub yang tidak kunjung selesai.

Kegusaran Edy ini disampaikan dalam pertemuan dengan pengurus, suporter, dan anggota klub PSMS kemarin. Merek dan logo PSMS saat ini diperebutkan antara PT Kinantan Medan Indonesia dan PT Pesemes.

Menurut Edy, logo PSMS sudah ada sejak 1950. Sementara hak paten didaftarkan pada 2013 oleh PT Pesemes yang mengaku pemilik sah nama dan logo PSMS.

“Bagaimana perusahaan mau datang kalau ribut saja. Ada yang mau bantu malah dipanggil pihak berwajib. Dualisme, tigalisme, itu-itu saja masalahnya. Sekarang pertanyaannya, mau dibawa ke mana PSMS ini?” cetus Edy.

“Kalau ada uang kalian silakan sumbang. Kalau enggak ada, berdoa aja. Ini berdoa pun enggak mau, malah ribut-ribut. PSMS ini cuma satu kelemahannya, pengurusnya yang ribut, bukan pemainnya. Suporter juga jangan diam saja. Kawal PSMS.”

“Logo itu milik sesepuh PSMS. Milik rakyat Sumut, bukan milik perorangan. Sudah final PSMS milik rakyat Sumut. Aneh ini ada orang yang melaporkan ke Polda, dan bilang PSMS ini punya dia. Sejak TK [taman kanak-kanak] saya sudah dibawa nonton ke Teladan.”

Edy menambahkan, pihak yang mengklaim pemilik sah merek dan logo PSMS sebaikan memperlihatkan keseriusan mereka untuk mengelola klub, dibandingkan hanya mempermasalahkan hal yang sama berulang-ulang.