Peraturan Baru di Premier League 2022-2023

DBasia.news – Premier League masih akan menjadi liga terbaik di dunia dan akan terus bersinar di Eropa dan dunia.

Dalam beberapa musim terakhir Liverpool dan Manchester City memang mendominasi dalam perebutan titel liga, tetapi tim-tim lainnya tetap bisa saling mengalahkan tak peduli meski itu tim kecil melawan tim besar.

Derby London antara Arsenal melawan Crystal Palace akan jadi laga pembuka Premier League 2022-2023 pada 5 Agustus mendatang. Selain itu juga ada beberapa aturan baru yang nantinya akan diterapkan di Premier League.

Aturan yang dibuat kala pandemi virus corona menyerang dan menunda liga di musim 2019-2020. Diharapkan dengan aturan lima pergantian pemain tim-tim bisa menjaga kebugaran pemain, khususnya di kala pemain-pemain dalam skuad terpapar COVID-19.

Usai liga-liga Eropa lain menerapkan aturan tersebut, Premier League pun menerapkannya untuk musim baru nanti. Itu jadi jawaban atas keluhan manajer-manajer top seperti Pep Guardiola dan Jurgen Klopp.

Jeda Musim Dingin

Ada untungnya Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar, Asia, dan menjelang akhir tahun 2022. Karena agenda tersebut Premier League kembali menetapkan jeda musim dingin.

Liga akan tetap dimulai pada Jumat 5 Agustus (waktu setempat) dan berakhir pada Minggu 28 Mei 2023, ada juga jeda internasional pada September dan Maret, tetapi klub-klub untuk sementara diliburkan.

Oleh karenanya Premier League akan bermain hingga pekan 16 hingga akhir pekan pada 12 November, kemudian memasuki jeda musim dingin selama enam pekan di kala Piala Dunia berlangsung, sebelum dimulai lagi pada Boxing Day 2022.

Kendati demikian ada pembicaraan untuk menunda periode sibuk selama bulan Desember untuk memperpanjang jeda musim dingin.

Lempar Koin

Harus ada lempar koin untuk memulai pertandingan. Itu harus ada tapi sebelumnya siapa pun bisa melakukannya, tapi kini wasit lah yang harus melakukannya. Lempar koin itu untuk memulai laga dan berbicara kepada kapten kedua tim soal sisi lapangan yang dipilih.

Official Tim Bisa Diusir

Tidak hanya pelatih dan pemain yang dapat diusir wasit dalam pertandingan, tapi juga official tim. Tidak hanya berlaku di Premier League tapi keseluruhan sepak bola, bisa juga berlaku di divisi bawah sepak bola Inggris.

Pemain Hilang Kontrol

Masih ingat dengan tendangan kungfu Eric Cantona kepada fans Crystal Palace pada Januari 1995? Butuh waktu hingga 2022 sebelum IFAB membuat aturan untuk pemain yang hilang kontrol, meninggalkan lapangan, kemudian menyerang non-pemain (dalam aturan didefinisikan sebagai agen di luar) saat bola dimainkan.

Kala itu terjadi pada situasi bola mati maka pertandingan bisa dimulai kembali dengan normal. Tapi jika bola tengah bergulir atau dimainkan ketika insiden terjadi, maka wasit berhak memberikan tendangan bebas tak langsung dari posisi kala pemain meninggalkan lapangan.

Satu Kaki di Belakang Garis

Dalam perubahan aturan baru-baru ini, kala kiper menghadapi penalti maka setidaknya harus ada satu kaki di garis gawang, dan bisa memajukan kaki satunya jika mereka ingin melakukannya.

IFAB mengubahnya dan kiper kini bisa memiliki satu kaki di belakang garis gawang, hingga mereka bisa berada di posisi yang sedikit dalam dan melakukan dorongan untuk momentum dalam upaya melakukan penyelamatan.

Kiper Dominan di Kotak Penalti

Tidak ada pemain lain selain kiper yang diperbolehkan menangkap atau memegang bola di kotak penalti. IFAB menegaskannya kembali, sebab sebelumnya tidak ada aturan pasti mengenai siapa saja yang boleh menangani bola di kotak penalti tanpa dikartumerah.

Kini sudah jelas hanya kiper yang dapat melakukannya. Jadi jika ada yang tertangkap kamera mencetak gol dengan tangan seperti Luis Suarez dan lainnya, maka wasit berhak mengusirnya dari laga.