Pep Guardiola, Spesialis Peraih Trofi di Kancah Domestik

Pep Guardiola


DBasia.news –  Sudah bukan rahasia umum lagi jika liga bisa jadi membosankan saat Pep Guardiola melatih klub besar di sana. Manajer Manchester City tahu bagaimana caranya mengukuhkan dominasi di kancah domestik hingga ia disebut spesialisasi liga.

Di kala Guardiola kesulitan meraih trofi Liga Champions tanpa Lionel Messi di sisinya – terakhir meraihnya pada 2011 dengan Barcelona, pelatih berusia 48 tahun mengukuhkan dominasi di kancah domestik bersama Barcelona, Bayern Munchen, dan Man City.

Guardiola hanya gagal meraih dua dari titel liga sejak musim 2010/11. Bersama Barcelona (2008-2012), Guardiola meraih titel LaLiga tiga kali, sementara dengan Bayern (2013-2016) ia meraih tiga titel Bundesliga beruntun, dan bersama Man City sekali dalam dua musim terakhir.

Kans Guardiola meraih titel Premier League musim ini cukup besar. Mereka bersaing ketat dengan Liverpool, yang terakhir meraih trofi Premier League pada 1990, dengan jarak dua poin. Bahkan jika dilihat lagi perjalanan di awal musim ini, Man City tidak mengawali musim dengan baik.

Vincent Kompany dkk meraih 11 poin lebih rendah dibanding awal musim lalu, ketika mereka jadi juara Premier League dengan rekor 100 poin. Tapi, berkat mentalitas juara skuat City dan Guardiola, mereka mampu memangkas jarak dengan Liverpool tidak lebih dari 10 poin.

Bak lari maraton, Man City yang tadinya tertinggal lambat laun menyalip Liverpool dan kini sang rival hanya bisa berharap City kehilangan poin, Liverpool sapu bersih kemenangan dan memenangi titel Premier League.

Tidak salah memang melabeli Guardiola sebagai spesialisasi liga. Tujuh trofi liga dari tahun 2008 – sejak Pep melatih Barcelona – merupakan pencapaian yang hebat. Guardiola seolah tahu yang dibutuhkan untuk menjuarai liga.

Dominasi terus dikukuhkannya di liga-liga top Eropa. Usai meraih kesuksesan besar dengan Barcelona, menjadikan Bundesliga sebagai ‘liga yang membosankan’ dengan dominasi Bayern, Guardiola kini coba membawa Man City melakukan hal yang sama di Premier League.

Guardiola juga mencoba menghapus bayang-bayang kesuksesan rival sekota, Manchester United, di era Sir Alex Ferguson. Man City kini bukan lagi ‘tetangga yang berisik’ bagi United. Mereka punya level bermain yang jauh lebih baik dari Red Devils.

Berikut raihan titel liga plus perolehan poin Guardiola bersama Barcelona, Bayern, dan Man City:

Barcelona

– Musim 2008-09 perolehan 87 poin

– Musim 2009-10 perolehan 99 poin

– Musim 2010-11 perolehan 96 poin

Bayern Munchen

– Musim 2013-14 perolehan 90 poin

– Musim 2014-15 perolehan 79 poin

– Musim 2015-16 perolehan 88 poin

Manchester City

– Musim 2017-18 perolehan 100 poin