Penjelasan Manajemen Sriwijaya FC Mengenai Sanksi Komdis PSSI

Faisal Mursyid

DBasia.news – Ulah oknum suporter yang merusak kursi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang berbuntut panjang. Aksi itu kini menyebabkan sanksi berat yang harus diterima tim asal Sumatera Selatan ini.

Lewat sepucuk surat yang diterima manajemen Sriwijaya FC, diketahui bahwa manajemen dikenakan sanksi berupa denda Rp 150 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Itu buntut dari ulah oknum suporter yang melempar botol dan perusakan kursi saat laga Sriwijaya FC melawan Arema FC pada Sabtu (21/7).

“Kami kena sanksi sebesar Rp 150 juta. Sriwijaya FC dianggap telah melakukan pelanggaran pasal 70 jo, pasal 20 Kode Disiplin PSSI, ” ungkap Sekretaris Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, Kamis (2/8).

Tak hanya itu, Sriwijaya FC diharuskan menutup tribun utara dan selatan, yang menjadi tempat suporter melakukan aksi pelemparan botol dan pengrusakan kursi Stadion GSJ. Hal ini tentu membuat tim bakal rugi hingga ratusan juta.

Padahal, tiket menjadi salah satu pemasukan tim untuk membiayai operasional saat laga tandang. “Jadi, tribun utara dan selatan harus ditutup selama lima pertandingan,” ucapnya.

Selain itu, manajemen juga diminta bertanggungjawab atas kerusakan kursi Stadion GSJ. Untuk sanksi yang ketiga ini, sejak awal memang telah menyampaikan akan bertanggungjawab atas semua kerusakan dan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan kursi stadion GSJ.