Pemain-pemain Anyar yang Belum Tampil Bagus di Klub Baru

DBasia.news –  Tidak mudah bagi pemain-pemain baru untuk beradaptasi dengan klub baru mereka. Beberapa di antara mereka juga belum tampil sesuai ekspektasi.

Namun, tak semua pemain anyar bisa membayar keprcayaan klub dengan langsung permainan impresif di lapangan. Meski datang dengan banderol selangit, namun bukan perkara mudah langsung menyetel.

Penyebab situasi itu bisa beragam. Proses adaptasi yang tidak berjalan dengan baik, cedera, hingga persaingan ketat di dalam tim adalah beberapa penyebabnya.

Tak pelak, kritik mulai terlontarkan untuk sang pemain. Bahkan, beberapa di antaranya digosipkan akan langsung angkat kaki pada bursa transfer musim dingin 2020.

Lima pemain anyar yang masih tampil di bawah harapan seperti di bawah ini:

Luka Jovic

Luka Jovic datang ke Real Madrid dengan predikat sebagai satu di antara penyerang muda terbaik di Eropa. Tak heran, El Real bersedia mengucurkan dana 60 juta euro.

Pada awal kedatangannya, Luka Jovic sempat digadang-gadang akan menggeser posisi Karim Benzema. Jovic dikenal sebagai penyerang yang punya mobilitas tinggi dan penyelesaian akhir mematikan.

Namun, hingga saat ini, Jovic masih kesulitan membuktikan Madrid tidak salah memboyongnya. Dari tujuh laga, pemain 21 tahun tersebut belum pernah mencetak gol. Cedera yang dialami sang pemain diyakini sebagai satu di antara penyebab.

Valentino Lazaro

Inter Milan berinvestasi dengan mendatangkan pemain asal Austria, Valentino Lazaro. Nerazzurri mengeluarkan dana hingga 22 juta euro.

Sayangnya, Valentino Lazaro masih kesulitan beradaptasi dengan formasi 3-5-2 ala Antonio Conte. Eks Herta Berlin tersebut kalah bersaing dari Antonio Candreva dan Danilo D’Ambrosio.

Antonio Conte baru memainkan Valentino Lazaro pada satu laga. Sang pemain juga hanya berstatus sebagai pengganti pada pertandingan yang mempertemukan Inter Milan melawan Slavia Praha itu.

Adrien Rabiot

Juventus dianggap mendapatkan durian runtuh usai merekrut Adrien Rabiot dari Paris Saint-Germain secara cuma-cuma. Ketika itu, Juve memenangi persaingan dengan Barcelona dan Manchester United.

Kendati demikian, masa-masa awal Rabiot di Turin berjalan tak sesuai rencana. Maurizio Sarri tidak memberikan kesempatan bermain yang cukup untuk Rabiot. Sejauh ini, ia baru bermain pada empat laga.

Beberapa media melaporkan Adrien Rabiot tak senang dengan situasi yang terjadi. Tak heran, isu kepergian sang pemain mulai berembus.

Christian Pulisic

Christian Pulisic didatangkan Chelsea untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Eden Hazard. Namun, Pulisic justru kesulitan menembus tim utama The Blues.

Manajer Chelsea, Frank Lampard, menegaskan proses adaptasi Pulisic tidak berjalan dengan baik. Lampard meminta publik bersabar.

“Saya sudah berbicara dengan Pulisic dan menjelaskan standar kami. Kita harus ingat dia baru saja berpindah negara dan liga,” ungkap Lampard seperti dilaporkan Sky Sport.

Christian Pulisic perlu terus memperbaiki kemampuannya dan menyatu dengan sistem permainan Lampard. Kalau tidak, pemain asal Amerika Serikat itu akan semakin lama duduk di bangku cadangan.

Tanguy Ndombele

Pemain terakhir pada daftar ini adalah Tanguy Ndombele. Eks Olympique Lyon tersebut masih belum bisa membuktikan pantas dihargai 60 juta euro.

Tottenham Hotspur terseok-seok di Premier League 2019-2020. Selain karena kesalahan kolektif, namun lini tengah menjadi satu di antara faktor yang punya nilai merah.

Mauricio Pochettino kerap mencadangan motor permainan selama ini, Christian Eriksen. Kabarnya, keputusan tersebut diambil untuk menekan Eriksen yang tak mau meneken kontrak anyar.

Tidak heran, peran Tanguy Ndombele semakin berat. Pemain berusia 22 tahun itu punya tugas menjaga kedalaman sekaligus membagi bola ke para penyerang. Sayangnya, peran tersebut belum bisa dilakukan secara pol.