Pelatih Kalteng Putra Anggap Gede Sukadani Terprovokasi Paulo Sergio

DBasia.news –  Gede Sukadana harus menerima kenyataan mendapat kartu merah saat melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (29/9) malam. Gelandang asal Denpasar ini tak kuasa menahan emosi setelah diprovokasi pemain Bali United, Paulo Sergio.

Kalteng Putra menjadi tim kesepuluh yang gagal mendapat poin di kandang Bali United. Laskar Isen Mulang takluk 1-2 setelah Bali United mencetak gol lewat Melvin Platje menit ke-15 serta Ilija Spasojevic menit ke-36. Kalteng Putra hanya bisa membalas lewat Patrich Wanggai menit ke-16.

Kalah dengan skor tipis sejatinya sudah luar biasa. Kalteng Putra harus main dengan sepuluh pemain setelah Gede Sukadana dapat kartu kuning kedua menit ke-43. Sepanjang babak kedua, Kalteng Putra mampu merepotkan Bali United meski kalah jumlah pemain.

“Kita sudah berusaha untuk mencetak gol kedua agar dapat poin di sini. Tapi Bali United menguasai permainan. Mereka memenangkan pertandingan dengan kualitas dari pemain,” ucap pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliviera usai pertandingan.

Kartu merah Sukadana cukup mengecewakan. Gomes tahu bahwa Sukadana bermain dengan motivasi sangat tinggi. Dia ingin membuktikan pada suporter Bali United bahwa dirinya merupakan pemain yang bagus dan masih punya kualitas.

Namun yang terjadi kemudian justru berbalik. Sukadana terpancing emosinya. Setelah kerap kali berdebat dengan Paulo Sergio, Sukadana hilang kontrol hingga melepaskan tackling ke winger Bali United, Fahmi Al Ayyubi.

“Sukadana hilang ketenangan. Saat dia sudah dapat kartu dari provokasi salah satu pemain Bali, seharusnya dia bisa lebih tenang. Tapi kemudian pelanggaran kedua berakibat kartu,” tutur Gomes.

Kekalahan ini jadi pelajaran. Gomes memastikan timnya belum menyerah dalam usaha keluar dari zona degradasi. Para pemain akan kerja keras dalam latihan agar mendapat hasil bagus dalam laga berikutnya melawan Barito Putera, 5 Oktober 2019.