Nostalgia Piala Dunia

DBasia.news – Dengan status juara bertahan, timnas Prancis akan bermain di Piala Dunia 2022. Tapi fakta itu tak menjamin tim asuhan Didier Deschamps dapat berjalan mulus dari fase grup.

Prancis memang punya kenangan buruk saat terakhir kali berlaga di Piala Dunia dengan status juara bertahan. Tak hanya gagal lolos dari fase grup, Les bleus juga ditumbangkan tim debutan pada laga pembuka grup A.

Momen tersebut terjadi pada Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang. Prancis tanpa disangka-sangka harus takluk saat berhadapan dengan Senegal.

Ketika itu, juara bertahan memang punya hak untuk tampil di laga pembuka. Prancis pun dalam kepercayaan diri tinggi saat menantang Senegal di Seoul World Cup Stadium, 31 Mei 2002.

Prancis memang sangat diunggulkan untuk memenangi pertandingan ini. Perbedaan level dan pengalaman kedua tim menjadi pertimbangan utamanya.

Prancis memang masih diperkuat deretan bintang yang sukses mengawinkan gelar Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Nama-nama seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, David Trezeguet, hingga Lilian Thuram tengah dalam usia emas.

Absennya Zinedine Zidane yang masih belum pulih dari cedera dianggap bukan kehilangan besar. Tim asuhan Roger Lemerre dianggap tetap bukan tandingan Senegal.

Di sisi lain, Senegal memang agak dipandang sebelah mata jelang laga pembuka ini. Status debutan dan materi pemain yang kurang mentereng menjadi penyebabnya.

Perbedaan kualitas kedua tim terbukti di lapangan. Prancis mampu mendominasi jalannya laga.

Prancis bahkan nyaris memecah kebuntuan lebih dulu. Sayang, sepakan keras Trezeguet hanya membentur tiang gawang pada pertengahan babak pertama.

Asyik menyerang, Prancis justru kecolongan pada menit ke-30. Akselerasi El Hadji Diouf berhasil menembus sisi kanan pertahanan Prancis.

Diouf kemudian memberikan umpan mendatar ke depan kotak penalti. Bola sebenarnya mampu dipotong oleh Emmanuel Petit.

Namun bola kemudian mengenai tubuh Fabien Barthez dan memantul ke depan gawang Prancis lagi. Papa Bouba Diop yang sudah dalam posisi terduduk tanpa kesulitan meneruskan bola itu untuk mencetak gol pertama Senegal di putaran final Piala Dunia.

Bouba Diop merayakan gol tersebut dengan cukup emosional. Ia membuka jersey lalu menari dengan rekan setim lainnya seperti yang biasa dilakukan tim asal Afrika.

Skor 1-0 untuk keunggulan Senegal bertahan hingga jeda. Namun masih banyak yang percaya Prancis mampu membalikkan kedudukan pada babak kedua.

Prancis memang kian menggempur gawang Senegal usai turun minum. Namun mereka seolah tak punya cukup tenaga untuk membongkar pertahanan lawan.

Para pemain Prancis lebih banyak melakukan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Salah satunya nyaris berbuah gol saat tembakan melengkung Henry hanya membentur mistar.

Senegal juga sesekali mampu mengancam gawang Prancis. Khalilou Fadiga bahkan nyaris menggandakan keunggulan andai tembakannya tidak membentur mistar.

Senegal pada akhirnya mampu mempertahankan kemenangannya hingga laga usai. Kejutan besar pun langsung terjadi pada laga pembuka Piala Dunia 2022.

Hasil pertandingan ini akhirnya turut menentukan nasib kedua tim. Prancis gagal bangkit pada dua laga sisa hingga harus mengakhiri fase grup dengan status juru kunci.

Sementara Senegal hanya mampu bermain imbang pada dua laga selanjutnya kontra Denmark dan Uruguay. Namun koleksi lima poin sudah cukup mengantar mereka ke babak 16 besar dengan status runner up grup.

Dengan hasil ini, Prancis resmi menyandang status sebagai juara bertahan terburuk dalam sejarah Piala Dunia. Kutukan juara bertahan tersingkir di fase grup kemudian mulai menular ke edisi-edisi selanjutnya.

Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Fabien Barthez; Lilian Thuram, Frank Leboeuf, Marcel Desailly, Bixente Lizarazu; Patrick Vieira, Emmanuel Petit; Sylvain Wiltord (Djibril Cisse 81′), Youri Djorkaeff (Christophe Dugarry 60′), Thierry Henry; David Trezeguet.

Pelatih: Roger Lemerre.

Senegal (4-1-4-1): Tony Sylva; Ferdinand Coly, Lamine Diatta, Papa Malick Diop, Omar Daf; Aliou Cisse; Moussa N’Diaye, Papa Bouba Diop, Salif Diao, Khalilou Fadiga; El Hadji Diouf.

Pelatih: Bruno Metsu.