Mkhitaryan Lupakan Pengalaman Pahit Dengan Mourinho

DBasia.news – Henrikh Mkhitaryan memilih bertahan di AS Roma meski punya kesempatan pergi secara gratis musim panas ini. Ia seolah tak trauma dengan pengalaman pahit bermain di bawah asuhan Jose Mourinho.

Mkhitaryan sempat diprediksi akan memilih hengkang dari Roma pada musim panas ini. Hal itu tak lepas dari keputusan Il Giallorossi yang menunjuk Mourinho sebagai pelatih anyar menggantikan Paulo Fonseca.

Kedua sosok ini memang punya cerita kurang menyenangkan di masa lalu. Mourinho bisa dibilang bertanggung jawab meredupkan karier seorang Mkhitaryan.

Hubungan Mourinho dan Mkhitaryan terjalin sejak musim panas 2016. Saat itu keduanya bertemu di Manchester United.

Mourinho yang baru ditunjuk sebagai manajer Setan Merah mendatangkan Mkhitaryan dari Borussia Dortmund dengan biaya sekitar 30 juta poundsterling. Pemain berkebangsaan Armenia diproyeksikan menjadi salah satu tumpuan lini depan Setan Merah.

Mkhitaryan menjawab kepercayaan tersebut dengan baik. Manchester United mengakhiri musim dengan raihan dua trofi yaitu Piala Liga dan Liga Europa.

Namun hubungan keduanya mulai memburuk setahun berselang. Mourinho mulai tak puas dengan penurunan performa yang ditunjukkan Mkhitaryan.

Puncaknya, Mkhitaryan menjadi alat tukar Manchester United untuk memboyong Alexis Sanchez pada musim dingin 2018. Mourinho secara tak langsung mengusirnya ke Arsenal.

Pengalaman buruk itu kini sudah dilupakan Mkhitaryan. Ia yakin mampu memperbaiki hubungannya dengan Mourinho di Roma.

“Saya tidak ingin membicarakan masa lalu. Kami mendiskusikannya bersama dan memulai dari awal di level yang berbeda,” kata Mkhitaryan kepada Sky Sport Italia.

“Saya tahu apa yang dia minta dari para pemain dan saya siap memberikan segalanya.”

Pengalaman bermain di bawah asuhan Mourinho memang menjadi keuntungan tersendiri bagi Mkhitaryan. Ia setidaknya sudah mengetahui keinginan juru taktik asal Portugal tersebut.

“Mourinho sangat ambisius, dia selalu ingin menang. Dia tidak peduli jika kami memainkan sepakbola yang baik atau buruk, ini semua tentang tiga poin,” tambahnya.

Salah satu alasan meredupnya sinar Mkhitaryan di Manchester United tak lepas dengan filosofi permainan Mourinho. Semua pemain memang diwajibkan ikut membantu pertahanan dalam filosofi sepak bolanya.

Sementara Mkhitaryan dianggap malas dalam menjalankan tugas dalam bertahan. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi dirinya untuk sukses pada kesempatan kedua.