Media Inggris Dinilai Berat Sebelah Dalam Pemberitaan Harry Kane dan Paul Pogba

DBasia.news – Tidak pernah terbayang sebelumnya pemain sekaliber Harry Kane ‘membelot’ atau memberontak melawan klub yang membesarkan namanya, Tottenham Hotspur. Striker berusia 28 tahun sudah dua hari mangkir latihan.

Kane yang tampil di Piala Eropa 2020 hingga final bersama Inggris diagendakan melapor dan berlatih kembali Senin (02/08). Akan tapi Kane tak terlihat dan menurut Fabrizio Romano, pakar transfer sepak bola Eropa, absennya Kane tak ada kaitannya dengan cedera atau kasus Covid.

Tak ayal itu memunculkan isu hengkang sang pemain yang sudah berada di Tottenham sejak level akademi pada 2004, lalu promosi ke tim utama pada 2009. Kane juga sempat menuturkan ingin meningkatkan kariernya dan meraih banyak trofi, hal yang tak dirasakannya sejauh ini di Tottenham.

Pemberontakkan Kane itu menjadi berita besar di Eropa, tetapi uniknya media Inggris bersikap berbeda dengan pemberitaan yang relatif biasa saja, hanya menggambarkan Kane absen latihan dengan dugaan ingin hengkang.

Pandit sepak bola asal Inggris, Rio Ferdinand, menilai media Inggris berat sebelah dalam pemberitaannya dan juga fans Inggris. Andai yang terjadi kepada Kane itu terjadi kepada Paul Pogba, gelandang Manchester United maka sikap media dan fans berubah 180 derajat.

“Andai Paul Pogba yang absen latihan dengan MU dan melihat betapa media Inggris serta fans menggila! Helikopter dan satuan polisi langsung keluar untuk mencari lokasinya segera mungkin,” ucap Ferdinand di @rioferdy5.

Pogba memang sudah lama diisukan hengkang dari United khususnya di era Jose Mourinho, kala keduanya tertangkap kamera ribut di sesi latihan Man United. Pemberitaan media Inggris heboh kala itu dan kini dengan Kane, kapten timnas Inggris tidak demikian.

Debat Kasus Kane

Ferdinand juga menilai ‘taktik’ yang dilakukan Kane untuk hengkang tidak sepenuhnya salah, sebab sang pemain ingin memenangi trofi dan kini usianya sudah berumur 28 tahun.

“Dan saya tak berkata Harry Kane dan taktiknya sepenuhnya salah (jika kita percaya dengan apa yang sudah dikatakan). Harry ingin trofi dan dia tidak muda lagi,” tambah Ferdinand.

Komentar itu dibalas oleh kolega Ferdinand, Jamie Carragher, yang menilai apapun alasan di balik keputusan Kane mangkir latihan tetaplah salah melakukannya. Sebab dengan memberontak seperti yang dilakukan Kane maka itu mencemarkan nama baiknya dan juga hubungan dengan suporter serta klub.

“Saya tidak setuju (dengan Ferdinand), mangkir latihan jelas salah. Kita semua tahu dia (Kane) ingin pergi dan sangat memahami alasannya,” imbuh Carragher.

“Tapi Harry seharusnya tak merusak namanya atau hubungannya dengan suporter yang mengidolainya hanya karena ingin pindah. Spurs akan selalu jadi klubnya,” urai dia.

Manchester City dan PSG pasang badan melihat situasi Harry Kane, khususnya City yang kehilangan legenda sekaligus top skorer sepanjang masa Sergio Aguero yang pergi ke Barcelona.