Maurizio Sarri Masih Kesulitan Meraih Trofi kala Melatih Klub Italia

DBasia.news –  Juventus takluk 1-3 dari Lazio di Piala Super Italia yang berlangsung di Arab Saudi. Hasil itu memastikan Maurizio Sarri masih kesulitan meraih trofi di Italia.

Satu gol Bianconeri dicetak oleh Paulo Dybala (45′) dan tiga gol Lazio dilesakkan Luis Alberto (16′), Senad Lulic (73′), dan Danilo Cataldi (90+4′). Untuk kedua kalinya beruntun Lazio mengalahkan Juventus di dua kompetisi berbeda.

Sebelumnya, Lazio juga yang memberikan kekalahan pertama kepada Juventus di Serie A dengan skor yang identik. Sarri menilai timnya sedikit kelelahan fisik dan psikologi hingga mereka takluk dari tim arahan Simone Inzaghi.

“Kami bertahan di laga itu dan perasaan saya adalah kami mencapai tahapan final dengan sedikit kekurangan fisik dan enerji psikologi,” ucap Sarri, sebagaimana dilansir dari Football-Italia.

“Itu bisa terjadi setelah memainkan delapan pertandingan, satu setiap tiga hari. Kami dekat mencetak gol penyama kedudukan, tapi kemudian kebobolan gol ketiga dengan tendangan akhir laga. Kami selalu ada di pertandingan itu.”

Sepanjang karier kepelatihannya dari 1990, Sarri (60 tahun) baru meraih satu trofi berupa trofi Liga Europa bersama Chelsea di musim 2018-19. Dia belum pernah merai titel di Italia. Kendati demikian, hal itu sama sekali tak mengecewakannya.

“Ada kekecewaan, tapi saya tidak akan menangisinya (bereaksi berlebihan). Itu tidak menyelesaikan masalah. Saya pikir para pemain saya tidak akan membiarkan diri mereka terpengaruhi hanya karena (kalah) di dua laga (kontra Lazio),” tambah Sarri.

“Lazio ada pada performa magis saat ini, segalanya sesuai keinginan mereka dan hal-hal bisa berubah dalam dua-tiga bulan. Jika mereka meneruskan performa tersebut, saya ragu siapa pun dapat berbuat banyak melawan mereka,” urainya.