Manchester City Dianggap Berlebihan Tawar Jack Grealish 100 Juta Pounds

DBasia.news – Manchester City semakin dekat dengan garis finis untuk mendapatkan gelandang Aston Villa, Jack Grealish. Namun, The Citizens dianggap kelewat batas setelah memberikan penawaran hingga 100 juta pounds demi mendapatkan Grealish. Namun, bila ditelisik lebih dalam, harga tersebut bukanlah tanpa perhitungan.

Sejatinya, nama Jack Grealish baru terdengar nyaring dalam dua musim terakhir. Kondisi tersebut tak terlepas dari penampilannya yang mengilap di lini kedua Villa. Apalagi, Grealish juga sempat dikaitkan dengan Manchester United.

Namun, tawaran 100 juta pounds yang diajukan Manchester City memang terlihat berlebihan. Apalagi, Grealish belum teruji benar di klub besar.

Pada saat bersamaan, Grealish memang punya kelebihan yang menonjol. Satu di antaranya adalah menciptakan peluang. Sejak musim 2019-2020, Grealish menempati posisi kedua untuk urusan menciptakan peluang terbanyak. Total, sang gelandang mengkreasikan 172 peluang.

Menariknya, posisi pertama ditempati Kevin De Bruyne dengan 216 peluang. Dengan begitu, jika berhasil mendapatkan Grealish, lini tengah Manchester City menjanjikan kreativitas di atas rata-rata.

Lebih lanjut, statistik apik Grealish juga untuk urusan memenangi pelanggaran dan assist. Grealish menduduki peringkat pertama pemain yang paling banyak memenangi pelanggaran Premier League musim lalu. Grealish mendapatkan 4,53 pelanggaran per pertandingan.

Sementara itu, untuk urusan assist, dengan 12 kali pada musim lalu, Grealish menjadi pemain kedua dengan jumlah rata-rata terbesar. Grealish menorehkan rata-rata 0,41 assist setiap 90 menit.

Grealish juga gemilan dalam torehan lainnya. Dua yang menonjol adalah memenangi duel (9,52 kali per pertandingan) dan sentuhan di kotak penalti lawan (6,92 kali per pertandingan).

Selain itu, pemain 25 tahun tersebut juga berguna soal peraturan homegrown. Menurut aturannya, seluruh klub Premier League wajib mendaftarkan 25 pemain di atas 21 tahun pada setiap musim. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya wajib berstatus homegrown.

Pemain yang masuk syarat kategori homegrown adalah yang berusia minimal 21 tahun pada 1 Januari 2021 dan menghabiskan tiga tahun antara usia 16 hingga 21 tahun bermain di klub Inggris.

Kelebihan lainnya yang dimiliki Grealish tentu saja adalah kepemimpinan dan pengalaman. Grealish terbiasa memimpin ketika bermain untuk Villa. Maklum, dia menyandang status kapten The Lions.

Untuk pengalaman, Grealish juga telah merasakan panggung internasional bersama tim nasional Inggris. Meskipun bukan pemain inti pada Piala Eropa 2020, tetapi Grealish kerap diandalkan pada saat terdesak.

Dengan demikian, sederet kelebihan tersebut membuat nilai 100 juta pounds yang diajukan Manchester City tidak bisa dibilang mahal. Apalagi, mahal atau murah itu sangat relatif, tergantung dari kemampuan dompet tim.