Malmo FF vs Chelsea 15 Februari 2019

Malmo FF vs Chelsea


DBasia.news –  Maurizio Sarri tengah dalam tekanan hebat setelah Chelsea dibantai 6 gol tanpa balas oleh Manchester City, The Blues bahkan sempat dirumorkan untuk segera melakukan pergantian pelatih. Rumor tersebut beredar bukan tanpa alasan, performa Chelsea dibawah arahan Sarri memang tidak menunjukan progress yang menggembirakan. Pertaruhan nasib Sarri selanjutnya akan ditentukan dalam babak 32 besar Europe League, dimana Chelsea akan bertamu ke Swedia, Markas Malmo FF. Laga ini akan berlangsung pada hari Jumat 15 Februari 2019 di Stadion Swedbank Stadium.

Melihat perbandingan kualitas kedua tim, Chelsea tentu jauh lebih unggul dari Malmo dari segala hal namun kondisi mental terutama bekas kekalahan memalukan dari Manchester City dapat membuat mereka tepeleset lagi. Sarri tentu dituntut melakukan perubahan, harapannya tentu laga melawan Malmo ini dapat menjadi titik balik kebangkitan The Blues, namun jika kembali menuai hasil buruk sudah hampir dipastikan Chelsea akan mencari sosok manajer anyar.

Permasalahan Chelsea memang cukup pelik terkait beberapa hasil buruk yang mereka peroleh. Dari segi taktikal, Chelsea dianggap tak cocok dengan “Sarri Ball” sebuah manifesto filosofi permainan ala Maurizio Sarri. Dalam skema tersebut membutuhkan poros gelandang bertahan serta seorang kreator serangan yang mumpuni, namun Chelsea tidak memiliki sosok yang kedua. Pada sektor gelandang bertahan, Chelsea masih memiliki N’Golo Kante namun pada sosok kreator serangan baik Jorginho maupun Mateo Kovacic terbukti tidak mampu mengemban tugas tersebut. Akibatnya Chelsea kerap kalah di lini tengah, laga melawan City dan Bournemouth bisa menjadi bukti kelemahan Chelsea tersebut.

Sebelumnya Chelsea juga bermasalah di lini depan dengan mandulnya Olivier Giroud serta Alvaro Moratta, selain itu rival sekota Arsenal ini juga memiliki ketergantungan berlebih kepada sosok Eden Hazard. Situasi tersebut direspon dengan mendaratkan Gonzalo Higuain dari Juventus pada Januari lalu. Namun hal tersebut jelas tidak cukup untuk meningkatkan performa Chelsea, mungkin mereka akan mampu untuk melewat hadangan Malmo namun tidak akan sanggup menjadi juara begitu juga pada level domestik.

Malmo sendiri jelang pertandingan ini diprediksi akan memakai skema yang sama saat mereka mampu mengalahkan Besiktas di Turki pada laga pamungkas fase grup. Saat itu Uwe Rosler, manajer Malmo, menggunakan skema 5-3-2 untuk menahan gempuran Besiktas yang bertindak sebagai tuan rumah. Skema tersebut terbukti efektif dengan bermodalkan pertahanan ketat serta seragan balik cepat, Malmo mampu mempecundangi Besiktas 0-1. Meski level antara Besiktas dan Chelsea berbeda namun skema tersebut masih dianggap relevan. Peran duo gelandang Fouad Bachirou serta Arnor Traustason akan sangat krusial bagi Malmo dalam laga ini. Jika keduanya mampu bermain seperti saat kontra Besiktas maka Chelsea tentu akan dalam maslaah besar. Satu-satunya faktor minus dari Malmo hanyalah mereka tidak sedang dalam kompetisi dan baru akan dimulai 17 Februari mendatang. Meski ketiadaan kompetisi tersebut digantikan dengan serangkaian laga uji coba namun rasanya hal tersebut tidak dapat menggantikan iklim kompetitif serta atmosfer pertandingan dalam sebuah pertandingan.

Malmo (4-4-2) : Johan Dahlin (GK) Andreas Vindheim, Lasse Nielsen, Rasmus Bengston, Behrang Safari, Soren Rieks, Oscar Lewicki, Fouad Bachirou, Arnor Traustason, Markus Rosenberg, Marcus Antonsson

Chelsea (4-3-3) : Willy Cabalero (GK) Emerson Palmieri, Andre Christensen, Garry Cahill, Davide Zappacosta, Matteo Kovacic, Ruben Loftus Cheeck, Ross Barkley, Willian, Olivier Giroud, Pedro Rodriguez

Chelsea diprediksi akan mampu membawa pulang 3 angka dari markas Malmo pada laga ini dengan skor 0-3.