Leeds United Disebut Sebagai Tim Premier League Paling Kasar Dalam Pertandingan

LEEDS, ENGLAND - OCTOBER 03: Rodrigo Moreno of Leeds United celebrates with team mates after scoring his sides first goal during the Premier League match between Leeds United and Manchester City at Elland Road on October 03, 2020 in Leeds, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)

DBasia.news – Leeds United tercatat menjadi tim terbanyak yang melakukan tekel sejak Liga Premier League 2020/2021 bergulir. Permainan keras seperti itu rupanya bukan hal baru buat The Peacocks.

Leeds menjadi tim promosi Premier League musim ini yang paling disorot. Skuat asuhan Marcelo Bielsa itu tampil aktraktif dan mampu mengimbangi permainan klub-klub top Inggris.

Di pekan pertama, Leeds dapat memberikan perlawanan sengit menghadapi juara bertahan Liga Inggris, Liverpool. Patrick Bamford dkk kalah tipis 3-4 dari The Reds.

Leeds juga sukses membuat Manchester City kelabakan di laga akhir pekan lalu. Klub asal Yorkshire itu menahan imbang Raheem Sterling dkk 1-1.

Hingga pekan keempat Liga Inggris saat ini, Leeds United menempati urutan kedelapan dengan tujuh poin. Meski belum berada di papan atas, tapi jawara Championship itu telah mencatatkan beberapa rekor menarik.

Melansir laporan The Sun, Leeds menjadi tim dengan tekel terbanyak di musim ini, yakni 105 kali selama empat partai yang telah dimainkan. The Whites juga mencatatkan tekel paling banyak dalam satu laga Premier League, yaitu 32 kali kala menghadapi Man City.

Leeds turut didapuk sebagai tim dengan rataan tekel terbanyak, yakni 18 kali per laga. Pemilik tiga titel Liga Inggris itu juga paling banyak menekan lawan, dengan rata-rata 184 kali per pertandingan.

Deretan rekor tersebut menunjukkan Leeds United tak ragu bermain agresif dan keras guna merebut bola dari kaki lawan. Gaya main keras seperti itu mengingatkan penggemar dengan masa kejayaan Leeds di akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Kala itu, Leeds dikenal sebagai ‘Dirty Leeds’ lantaran para pemainnya tak segan menampilkan permainan keras, hingga cenderung kasar. Tak jarang, pemain-pemain legendaris semisal Norman Hunter terlibat baku hantam dengan lawan di lapangan.

Kendati demikian, permainan keras seperti itu sukses mengantarkan Leeds ke masa-masa keemasan mereka. Di bawah asuhan manajer Don Revie, The Peacocks berhasil merengkuh gelar Liga Inggris 1969 dan 1974, serta satu Piala FA pada 1972.