Kisah Perjalanan Zidane dan Koeman di El Clasico

DBasia.news – Ronald Koeman dan Zinedine Zidane adalah legenda El Clasico di masing-masing klub. Keduanya mencatatkan total 30 penampilan pada El Clasico di LaLiga sebagai pemain dan pelatih. Selain itu, keduanya tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan.

Ronald Koeman bergabung dengan Barcelona pada 1989. Ia menjuarai Copa del Rey di musim pertama dengan mengalahkan Real Madrid di final. Gol terbaiknya di LaLiga tercipta pada 1994, di mana ia mencetak gol tendangan bebas jarak jauh dalam kemenangan 5-0 atas Real Madrid di Camp Nou.

Pelatih asal Belanda ini juga mencetak lima gol dalam 11 penampilan El Clasico. Torehan itu menunjukkan insting menyerang dan menjadikannya bek dengan catatan gol terbanyak sepanjang masa bagi dunia sepak bola (253 gol bagi klub dan timnas), dan bek dengan gol terbanyak bagi Barcelona (88).

Bahkan, Koeman adalah bek dengan catatan gol terbanyak di LaLiga, hingga Sergio Ramos memecahkan rekornya musim lalu.

Sementara itu, Zinedine Zidane bermain melawan Barcelona sebanyak tujuh kali sebagai pemain di LaLiga (dua menang, tiga imbang, dua kalah). Zidane mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Barca yang berisikan nama-nama besar seperit Ronaldinho dan Samuel Eto’o pada tahun 2004.

Namun, momen terbaik Zidane melawan Barcelona terjadi di ajang Liga Champions. Zidane mencetak gol chip luar biasa di leg pertama di Camp Nou, untuk membawa Madrid melaju ke final. Catatan itu berlanjut pada pertandingan final di mana ia mencetak gol voli luar biasa melawan Bayer Leverkusen.

Zidane menuai lebih banyak kesuksesan ketika menjabat sebagai pelatih Real Madrid, termasuk dua gelar LaLiga (2017, 2020), dan tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018) dalam dua periodenya sebagai pelatih.

Tak heran, Zidane disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub: Zidane berhasil membawa Madrid menjuarai 11 trofi, hanya kalah dari raihan Miguel Munoz dengan 14 trofi.