Keputusan Messi Bertahan di Barcelona Disebut Memunculkan Masalah Baru

DBasia.news – Masalah Barcelona tidak berakhir begitu saja meski telah mengganti Quique Setien dengan Ronald Koeman hingga mundurnya Josep Maria Bartomeu dari jabatan presiden. Keputusan sang bintang, Lionel Messi di Barca bahkan disebut memunculkan masalah baru.

Sudah bukan rahasia lagi jika Messi mengajukan permintaan transfer pada musim panas 2020, tetapi Barcelona menahan kepergiannya. Meski telah berkata komitmennya untuk Barca, namun permainan Messi di lapangan berkebalikan dengannya.

Ditambah lagi Messi yang menjadi kambing hitam atas performa buruk Antoine Griezmann, suasana internal Barca kian memanas. Itu bisa dilihat dari komentar Messi yang mengaku lelah di Barcelona.

Panasnya situasi internal Barcelona itu terlihat kala mereka kalah 0-1 dari Atletico Madrid di LaLiga. Itu kemenangan pertama pelatih Atletico Diego Simeone atas Barcelona. Duet Griezmann dan Messi tidak memiliki koordinasi bermain bagus.

Legenda sepak bola Belanda, Marco van Basten menilai keduanya bermain bak pembuat kue (terkesan lambat dalam permainannya). Van Basten pun menilai waktu Messi telah berakhir di Barca karena ia tak lagi sama seperti dulu.

“Dia hanya bermain buruk sekarang. Messi dan Antoine Griezmann bermain bak pembuat kue. Dia (Messi) pasti akan terganggu oleh fakta bahwa tidak ada penonton,” ucap Van Basten dikutip dari Voetbalzone.

“Dia tidak senang dengan situasi di dalam dan sekitar Barcelona. Dan kemudian juga masalah dengan Griezmann. Itu adalah akumulasi. Kita tidak lagi melihat orang yang kita kenal selama ini.”

Kontrak pemenang enam Ballon d’Or berakhir pada 2021 dan Van Basten menilai Barca menjualnya pada Januari 2021 untuk mendapatkan uang kas, terlebih gajinya cukup besar.

“Barcelona butuh uang. Berapa yang harus dibayar Manchester City? Mungkin lima puluh juta euro? Dan Anda juga menghilangkan gajinya,” pungkas Van Basten.