Juventus Tegaskan Tidak Ikut Dalam Kasus Capital Gain

Soccer Football - Champions League - Group H - Chelsea v Juventus - Stamford Bridge, London, Britain - November 23, 2021 Juventus' Leonardo Bonucci looks dejected after Chelsea's Timo Werner scores their fourth goal REUTERS/Hannah Mckay

DBasia.news – Juventus mengeluarkan pernyataan resmi seputar kasus capital gain yang diduga dilakukan pada 2018 hingga saat ini. Bianconeri membantah kabar tersebut.

Sebelumnya, Juventus dalam penyelidikan setelah diduga terkait kasus pemalsuan pembukuan dan perpindahan 50 juta euro soal capital gain. Penyelidikan itu bermua dari sebuah berkas yang dibuka oleh Kantor Kejaksaan Turin setelah penyelidikan CONSOB dan COVISOC.

Satu di antara kecurangan Juve diduga terjadi pada transfer pertukaran antara Miralem Pjanic dan Arthur Melo pada 2020. Ketika itu, nominalnya sekitar 50 juta euro.

Akibatnya, sang presiden, Andrea Agnelli, dalam penyelidikan. Pevel Nedved dan Fabio Paratici juga ikut terset.

Menurut kabar yang berkembang, ada sejumlah hukuman yang mungkin didapatkan Juventus jika terbukti bersalah. Denda, pengurangan poin, hingga keluar dari kompetisi termasuk tiga di antaranya.

Tak ingin terpojok, Juventus membela diri. Juve membenarkan jika sedang dalam penyelidikan dan siap memberikan informasi yang dibutuhkan.

“Juventus Football Club SpA (“Juventus” atau “Perusahaan”) mengakui bahwa Kantor Kejaksaan Umum Pengadilan Turin telah memulai penyelidikan terhadap Perusahaan dan beberapa pejabatnya saat ini (Andrea Agnelli, Pavel Nedved dan Stefano Cerrato) dan mantan petugas mengenai item Pendapatan dari hak pendaftaran pemain,” tulis Juventus dalam pernyataan resminya.

“Perusahaan bekerja sama dengan penyelidik dan dengan CONSOB dan percaya bahwa itu akan mengklarifikasi setiap aspek kepentingannya karena diyakini telah bertindak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi dan dalam sejalan dengan praktik internasional dalam industri sepak bola dan kondisi pasar.”