Jeremie Boga, Calon Bintang dari Sassuolo

DBasia.news – Nama Jeremie Boga memang belum menarik perhatian di Italia. Namun, untuk urusan kemampuan, pesepak bola 24 tahun tersebut memiliki potensi berkilau.

Jeremie Boga merupakan peroduk akademi Chelsea. Ia mendapatkan kesempatan promosi ke tim Chelsea U-21 pada 2014. Boga mencuri perhatian para pelatih akademi The Blues bermodal kemampuan individu di atas rata-rata.

Seiring berjalannya waktu, Boga juga dipanggil ke tim U-23. Dari 41 pertandingan, Boga mengemas tujuh gol plus enam assist. Boga juga menjadi bagian kesuksesan Chelsea U-21 meraih titel Premier League U-21 2013-2014.

Masa yang menentukan dalam kariernya pun datang. Chelsea memilih menyekolahkan Boga ke tiga klub yakni Stade Rennais, Granada, dan Brimingham (2015-2018) agar tidak menjadi ikan besar di kolam yang kecil.

Sembari menimba ilmu pada masa peminjaman, Boga juga memikirkan perkembangan kariernya. Apalagi, ia hanya mendapatkan kesempatan tampil satu kali di tim senior Chelsea.

“Ketika itu, Chelsea diperkuat Willian, Eden Hazard, dan Pedro. Sementara itu, ada Mohamed Salah saat Jose Mourinho berada di sana,” terang Boga kepada The Athletic.

“Banyak pemain sayap yang bagus. Bagi saya, jika sulit bermain harus mencari kesempatan lain untuk menempa kemampuan seraya menanti kesempatan kembali,” katanya.

Jeremie Boga pun memilih angkat kaki ke Sassuolo secara permanen pada 2018. Saat itu, ia dihargai 3 juta euro.

“Sassuolo adalah klub yang tepat bagi pemain muda yang ingin menambah jam terbang. Sassuolo juga merupakan tim yang bisa didatangi untuk kemudian tampil apik dan angkat kaki ke tim yang lebih besar.”

Pilihan Jeremie Boga menuju Sassuolo terbukti tepat. Ia mendapatkan kesempatan tampil seperti yang diharapkan. Sejauh ini, Boga mengemas 16 gol plus tujuh assist dalam 75 laga.

Dari sisi gaya bermain, Jeremie Boga merupakan pemain sayang yang mengandalkan kemampuan individu untuk melewati lawan. Ia juga sering melakukan tusukan ke jantung pertahanan. Distribusi bola Boga juga layak mendapatkan acungan jempol.

Dalam membangun karakteristik bermain, Boga banyak berkaca pada pemain sayap lainnya yang sudah lebih dahulu bersinar. Terutama mereka yang tidak memiliki postur tubuh tinggi.

“Saya banyak melihat video Lionel Messi, Hatem Ben Arfa, dan Eden Hazard. Sekarang, saya sangat menyukai Neymar,” ulas Boga seperti dinukil DAZN.

Kemampuan Boga mendapatkan apresiasi dari sang pelatih, Roberto De Zerbi. Tak tanggung-tanggung, Boga dianggap dalam jalur mengikuti Lionel Messi.

“Boga datang di sini dan tidak tahu bagaimana menjalin hubungan dengan rekan satu tim. Ia juga tidak tahu cara mencetak gol,” terang De Zerbi seperti dilansir La Repubblica.

“Namun, dengan kemampuan yang dimiliki untuk melewati lawan, saya akan menempatkan Messi di depannya. Kemudian, saya harus memikirkan lainnya.”

Penampilan yang menanjak membuat Boga laris manis di bursa transfer. Boga dikabarkan menjadi incaran sejumlah raksasa Italia.

“Ya, saya sudah mendengar minat dari sejumlah klub elite Italia. Itu membuat saya tersanjung ketika mendengar klub seperti Roma, Napoli, AC Milan, Inter Milan, dan Juvetus mengincar saya,” papar Boga di RMC Sport.

Sejumlah media menyebut Chelsea memiliki klausul membawa pulang Boga dengan harga 15 juta euro. Namun, The Blues dilaporkan tidak ingin mengambil kesempatan tersebut.

“Untuk sekarang, saya di Sassuolo dan berkonsentrasi menyelesaikan musim dengan baik. Saya ingin menyelesaikan musim. Kita lihat saja apa yang terjadi pada musim depan,” ujar Boga yang pernah membela Prancis ketika pada kelompok umur, tetapi memutuskan memilih timnas Pantai Gading.

Selain dari Italia, minat untuk Boga juga menyembul dari Spanyol. Kabarnya, Real Madrid dan Barcelona sedang memantau sang pemain.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, wajar jika Jeremie Boga mendapatkan banyak atensi. Apalagi, kontraknya akan berakhir pada Juni 2022. Transfermarkt menaksir harga sang pemain mencapai 25 juta euro.

Sulit untuk menampik jika Jeremie Boga merupakan satu di antara pemain brilian yang belum mendapatkan banyak sorotan. Saat ini, ia merupakan permata yang terkubur di Sassuolo.