Isu Pertandingan LaLiga di Amerika Serikat Semakin Ramai Gara-gara Tebas

LaLiga di Amerika Serikat

DBasia.news – Pro dan kotra soal digelarnya laga LaLiga di Amerika Serikat belum selesai. Malah urusan ini semakin panjang. Berbagai pihak dikabarkan terpaksa ikut terlibat. Mulai dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) hingga FIFA.

Javier Tebas yang notabene Presiden LaLiga, adalah orang yang memulai semua keriuhan ini. Entah dipengaruhi kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus atau tidak, ia melakukan inovasi dan menjalin kesepakatan dengan perusahan olahraga Relevent (yang juga mengadakan Turnamen Kejuaraan Dunia), untuk setidaknya mengadakan setidaknya satu laga di Amerika.

Dengan embel-embel menambahkan kas masuk bagi klub yang ingin melakukannya, Girona dan Barcelona pun menyetujuinya. Namun, ide Tebas itu mendapatkan respon negatif dari Presiden RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol), Luis Rubiales, yang berkata Tebas arogan karena tidak mendiskusikan masalah besar itu dengan beberapa pihak tertentu.

Memainkan laga liga di luar negeri bak dianggap sebagai invasi atau penjajahan ke negeri lain oleh Rubiales. Pertemuan pun baru ini diadakan antara LaLiga dengan AFE (Asosiasi Pesepakbola Spanyol), yang dihadiri sang Presiden, David Aganzo. Menurutnya, masih banyak informasi yang kurang jelas dari wacana memainkan LaLiga di Amerika.

“Kami (AFE dan LaLiga) telah berbicara mengenai permasalahan itu dan dengan informasi yang kami miliki saat ini, pemain tidak bisa pergi ke Amerika Serikat. Kami kurang mendapatkan informasi terkait sisi finansial, kesehatan, dan jadwal ketika pemain diharapkan bergabung dengan tim mereka,” tutur Aganzo di AS.

“Kami ingin laporan segera dibuat (LaLiga) untuk diberikan kepada kolega kami. Para pemain manusia biasa, perubahan jadwal dan kondisi pekerjaan sebagaimana ada di pasal delapan dan sembilan dari kesepakatan kolektif akan diperbaharui. Kami harus memastikan kondisi itu tercukupi.”