DBAsia News

Ibrahimovic Komentari Manchester United Kesulitan di Premier League

DBasia.news – Dalam kariernya Zlatan Ibrahimovic sudah bermain di liga-liga top Eropa kecuali Bundesliga. Di mana pun Ibra bermain ia selalu pergi dengan kesuksesan memenangi trofi. Kini Ibra bermain di AC Milan.

Usianya di periode dua dengan Milan sudah mencapai kepala empat alias 40 tahun. Ibra sudah mencetak 400 gol lebih dalam kariernya dan tampil di 100 laga lebih untuk timnas Swedia.

Ibra pernah memperkuat Juventus, Inter Milan, Barcelona, Milan, PSG, dan Manchester United. Klub yang disebut terakhir tengah melalui periode sulit saat ini yang berujung pemecatan Ole Gunnar Solskjaer.

Kesulitan Man United pun sudah dapat dilihat sejak 2013 pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson. United mengalami inkonsistensi bermain dan berganti manajer dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan terakhir dengan Solskjaer.

Mengomentari kesulitan United, Ibra kepada Guardian menilai kesulitan itu terjadi karena United terlalu banyak membicarakan dan memikirkan kesuksesan masa lalu. Menurutnya, United seharusnya lebih fokus memikirkan situasi terkini ketimbang membahas masa lalu dan perbandingannya dengan saat ini.

“Mereka (United) terlalu banyak berbicara tentang masa lalu. Ketika saya pergi ke sana, saya berkata, ‘Saya di sini untuk fokus pada masa kini dan membuat cerita saya sendiri’,” terang Ibra yang bermain di United medio 2016-2018.

“Tetapi ketika Anda memiliki terlalu banyak, itu menjadi seperti lingkaran yang terus berulang. Anda harus memikirkan saat ini atau Anda harus pergi ke rumah sakit dan membersihkan kepala Anda.”

Premier League Overrated

Overrated adalah penilaian berlebihan mengenai suatu hal. Penilaian itu bisa jadi benar atau bisa jadi tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut. Dan menurut Ibrahimovic, Premier League yang notabene disebut liga terbaik dunia merupakan liga yang overrated.

“Kualitasnya dilebih-lebihkan secara teknis. Tetapi Premier League memiliki kualitas yang berbeda – kecepatan, ritme. Anda bisa menjadi pemain terbaik di dunia tetapi jika Anda tidak dapat menangani kecepatan dan ritme itu (Anda tidak akan berhasil),” imbuh Ibrahimovic.

“Di Spanyol, Prancis, Italia, tekniknya lebih baik. Itu sebabnya ada begitu banyak pemain asing di Premier League. Mereka membawa (aspek) teknis.”

Ibrahimovic tak asal bicara. Selama dua tahun dengan United, Ibra memiliki catatan 33 penampilan dengan torehan 17 gol dan lima assists. Patut diingat, Ibra datang ke Premier League kala ia sudah berusia 30 tahun lebih. Dapat dibayangkan jika ia datang di usia yang lebih prima.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?