Gareth Southgate Mendapatkan Banyak Kritkan Usai Timnas Inggris Ditahan Imbang di Piala Dunia 2022

DBasia.news – Timnas Inggris ditahan imbang 0-0 saat menghadapi Amerika Serikat pada lanjutan grup B Piala Dunia 2022. Hasil tersebut membuat kritik menghujani sang pelatih, Gareth Southgate.

Ekspektasi memang mengiringi Inggris usai menghancurkan Iran dengan skor 6-2 pada laga perdana. Para penggemarnya yakin tim pujaannya juga dapat mengalahkan Amerika Serikat dengan mudah.

Namun yang terjadi di atas lapangan tak sesuai harapan. Amerika Serikat sukses meredam permainan Inggris hingga tak bisa berbuat banyak.

Pergantian pemain yang dilakukan Southgate juga tak banyak membantu. Jack Grealish, Jordan Henderson, dan Marcus Rashford yang datang dari bangku cadangan tak banyak memberikan perubahan.

Hal inilah yang membuat Southgate dikritik. Ia dianggap mengabaikan Phil Foden yang merupakan salah satu pemain terbaik di skuatnya.

“Saya tidak berpikir kami terhubung dalam kombinasi di lini tengah. Saya pikir lini tengah lawan jauh lebih baik dan saya kecewa tidak melihat Foden,” kata Gary Neville kepada ITV.

“Bagi saya bakatnya (Foden) sangat besar. Saya belum pernah melihat yang seperti itu.”

Foden memang merupakan salah satu gelandang kreatif yang dimiliki Timnas Inggris saat ini. Sepanjang musim 2022-2023, pemain berusia 22 tahun tersebut sudah membukukan delapan gol dan tiga assist bersama Manchester City.

Namun Southgate lebih suka mengandalkan Mason Mount sebagai kreator serangan. Sementara Jack Grealish yang lebih sering menjadi pelapis Foden di Manchester City juga lebih diutamakan untuk masuk sebagai supersub.

Pendapat Neville turut disetujui oleh dua mantan penyerang timnas Inggris, Ian Wright dan Michael Owen. Mereka menilai hasil pertandingan dapat berbeda andai Foden masuk ke lapangan.

‘Di Manchester City Foden harus berurusan dengan banyak permainan low-block seperti itu.

Dia adalah seseorang yang mahir menemukan ruang dengan umpan satu-dua di Man City,” kata Wright.

“Terkejut bahwa kami telah menggunakan 14 pemain sejauh ini namun pemain kami yang paling berbakat masih duduk di bangku cadangan,” kicau Owen di Twitter.

Respons Southgate

Southgate menyadari kritikan dari para pengamat dan penggemar Timnas Inggris. Namun ia punya alasan kuat terkait keputusan tak memasukkan Foden.

“Kami pikir adalah hal yang tepat untuk mempertahankan starter pada laga kontra Iran. Dan kemudian pemain sayap, kami pergi dengan Jack dan Marcus ketimbang Phil untuk melakukan perubahan,” kata Southgate.

“Kami pikir Jack akan menjaga bola dengan baik untuk kami. Kecepatan Marcus yang kami pikir juga akan menjadi ancaman di bagian akhir permainan.”