Filosofi Sepak Bola Ala Ralf Rangnick

DBasia.news – Manchester United menatap era baru bersama manajer asal Jerman Ralf Rangnick. Pelatih berusia 63 tahun dikontrak sebagai manajer interim hingga akhir musim 2021-2022 dengan peran konsultan selama dua tahun ke depan.

Dikenal sebagai guru gegenpress, Rangnick dipandang tinggi di Jerman oleh Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, dan Julian Nagelsmann. Dalam waktu relatif singkat di sisa musim 2021-2022, Rangnick diharapkan dapat membangkitkan performa tim.

Rangnick datang menggantikan Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick. Sebelumnya Rangnick pernah melatih Hoffenheim, Schalke, dan RB Leipzig. Kiprahnya dalam melatih United dinanti fans.

Rangnick melakukan sesi wawancaranya dengan Man United. Kepada Stewart Gardner, reporter Man United, Rangnick berbicara soal filosofi sepak bola yang coba diterapkannya di klub peraih 20 titel Premier League.

Seraya menegaskan pentingnya kontrol permainan dalam sepak bola, Rangnick coba menerapkannya di United serta cara tim dalam bertahan atau juga saat mengontrol bola.

“Maksud saya, dalam sepak bola itu semua tentang kontrol,” kata Rangnick, dalam wawancara terbuka Man United yang difilmkan di Old Trafford.

“Jika Anda ingin memenangkan pertandingan, Anda harus memiliki kontrol tidak peduli apakah tim lain menguasai bola atau Anda sendiri yang menguasai bola.”

“Ini mungkin salah satu target utama dalam beberapa minggu ke depan, untuk membantu tim mengendalikan permainan, dan setidaknya melawan tim papan atas dalam beberapa minggu terakhir.

“Saya melihat pertandingan melawan Liverpool dan Manchester City, di Chelsea meskipun kami memenangkan satu poin di sana, dan bahkan melawan tim seperti Watford, tim tidak memiliki kendali. Mereka tidak memiliki kendali atas permainan dan ini adalah sesuatu yang akan kami coba capai.

“Tentu saja, ini ada hubungannya dengan apa yang kami lakukan ketika kami menguasai bola sendiri, dan apa yang akan kami lakukan ketika tim lain menguasai bola. Di dua area itu, saya pikir penting untuk mengembangkan tim dalam beberapa minggu ke depan.

Rangnick pun sadar tidak mudah menerapkan filosofi sepak bola yang coba diterapkannya kepada tim dalam waktu singkat. Adaptasi dibutuhkan dan penggunaan video akan sangat penting untuk para pemain.

“Di sisi lain, kami tidak akan memiliki banyak waktu latihan, karena kami bermain setiap tiga hari, jadi ini tentang rekaman video, menggunakan materi video sebagai alat penting untuk mengembangkan tim, melatih otak dan sekaligus mendorong pemain untuk melakukan hal yang benar,” imbuh Rangnick.

“Saya pikir penting untuk memenangkan pertandingan pada kesempatan pertama, dan kemudian selangkah demi selangkah mengembangkan tim ke arah yang benar,” urai dia.