DBasia.news – Posisi David De Gea sebagai kiper utama Manchester United mulai terancam. Hal itu dikarenakan pemain berkebangsaan Spanyol tersebut dianggap sebagai sumber masalah Setan Merah.
Hal itu diungkapkan langsung oleh legenda Manchester United, Paul Scholes. Ia benar-benar kecewa dengan performa De Gea yang dianggapnya menurun drastis.
Kesabaran Scholes terhadap de Gea memang sudah habis setelah menyaksikan laga Manchester United kontra Newcastle United, Senin (22/2) dini hari. Dalam pertandingan yang berakhir 3-1, sang kiper dianggap bertanggung jawab terkait satu gol yang bersarang ke gawangnya.
De Gea harus memungut bola dari gawangnya pada menit ke-36. Ia gagal mengantisipasi sepakan Allan Saint-Maximin yang mengarah kepadanya.
Gol itu membuat Newcastle menyamakan kedudukan. Beruntung Manchester United mampu mencetak dua gol tambahan demi mengunci tiga poin.
“Lagi-lagi David (De Gea) sangat ceroboh. Ini mulai menjadi masalah nyata untuk memiliki kepercayaan kepada kiper Anda dalam situasi tendangan sudut pendek,” kata Scholes kepada BT Sport.
“United menghadapi dua atau tiga situasi sepak pojok dan pada momen tersebut (ada keraguan) dapatkan David menangkapnya? Dia memukulnya ke area yang sangat buruk.”
“saya pikir ia adalah kelemahan terbesar tim ini,” tambahnya.
Kebobolan pada laga kontra Newcastle seolah menjadi puncak akumulasi kegeraman Scholes kepada De Gea. Mantan rekan setimnya tersebut memang mulai akrab dengan blunder dalam tiga musim terakhir.
Padahal De Gea sering menjadi pahlawan dan penyelamat Manchester United pada puncak performanya. Ia juga disebut sebagai salah satu kiper terbaik dunia hingga membuat Real Madrid bernafsu membajaknya meski gagal.
Selain De Gea, Scholes juga menyoroti kinerja lini pertahanan Manchester United. Ia menilai Ole Gunnar Solskjaer harus membeli satu bek tengah bernama besar untuk menjadi rekan duet Harry Maguire.
“Saya pikir mereka membutuhkan seseorang untuk menemani Maguire yang bisa benar-benar dominan di posisi itu. Benar-benar bisa memerintah, menggertak penyerang lawan, dan menuntut pemain lain di sekitarnya,” pungkasnya.