DBAsia News

Belum Lama Tangani Filipina, Eriksson Sudah Bidik Target Final Piala AFF 2018

Sven-Goran Eriksson

DBasia.news – Pelatih ternama Eropa, Sven-Goran Eriksson, melakukan sesi konferensi pers (konpers) untuk kali pertama sejak ditunjuk melatih timnas Filipina. Topik pembicaraannya pun jelas tidak jauh dari ajang terdekat, Piala AFF 2018.

Dalam sesi konpers itu, pelatih berusia 70 tahun membahas dua turnamen yang akan diikuti The Azkals – julukan Filipina, yakni Piala AFF 2018 dan kualifikasi Piala Asia 2019 yang berlangsung Januari mendatang. Terdekat, tentunya Filipina akan bermain di Piala AFF 2018. Filipina tergabung di grup B dengan Timor Leste, Singapura, Indonesia, dan juara bertahan, Thailand.

Eriksson, dengan pengalaman besarnya melatih tim seperti AS Roma, Fiorentina, Lazio, timnas Inggris, Manchester City, mengaku belum tahu menahu soal sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Ia hanya mengenai beberapa bagian Asia lainnya karena pernah melatih di Tiongkok.

“Saya ingin melakukan suatu hal yang sedikit berbeda dari apa yang saya lakukan sebelumnya. Saya punya beberapa pengalaman sepak bola di Asia, Australia, Korea, Jepang, dan Tiongkok, tapi saya tidak punya pengalaman di Asia bagian ini (Asia Tenggara),” ucap Eriksson, dilansir dari Philstar.

“Tapi sepak bola kurang lebihnya sama di seluruh dunia; jika Anda bisa melakukannya di Eropa, Anda juga bisa melakukannya di Asia. Dan itulah targetnya – melakukan hal sebaik mungkin dan memulainya di Piala AFF,” tegasnya.

Wajar jika Eriksson diberi target ke final, karena pencapaian terbaik Filipina sebelumnya baru sebatas mencapai semifinal di tahun 2010, 2012, dan 2014. Lebih lanjut, pelatih berpaspor Swedia itu juga telah bertemu dengan Phil Younghusband dkk di pemusatan latihan yang berlangsung di Laguna.

Sven-Goran Eriksson


“Dari beberapa sesi latihan yang sedikit kami lakukan, kami punya pemain-pemain yang sangat bagus, yang berdedikasi dan bekerja keras, jadi saya pikir masa depan cerah,” tambahnya.

Filipina akan memulai perjalanan Piala AFF 2018 melawan Singapura pada 13 November mendatang. Sebagai tim kuda hitam di ajang bergengsi sepak bola ASEAN, Eriksson tahu timnya juga ditargetkan mencapai final dan coba menjuarainya untuk kali pertama. Ia yakin anak asuhnya bisa mengatasi tekanan tersebut.

“Saya pikir tekanan dirasakan seluruh tim, federasi, staf kepelatihan, dan diri saya sendiri untuk mencoba melakukan yang lebih baik di Piala AFF ketimbang yang telah dilakukan Filipina sebelumnya; itu artinya mencapai final. Tentu saja, ada tekanan, tapi kami akan mencoba dan menantikannya,” pungkas Eriksson.

Terakhir, Eriksson menutup sesi konferensi pers dengan membicarakan kans Filipina keluar dari penyisihan grup C Piala Asia 2019. Filipina tergabung dengan Kyrgyzstan dan dua tim kuat, Tiongkok dan Korea Selatan.

“Saya bisa dengan mudah mengatakan (targetnya) untuk memenanginya (Piala Asia). Saya tidak tahu apakah realistis memikirkannya untuk kali pertama. Tapi, jika Anda ingin berbicara tentang Piala Asia, kami ingin melaju (ke fase gugur). Melaju lebih jauh, tidak mudah karen Anda berada di grup dengan Korea Selatan dan Tiongkok, bukan tim-tim yang mudah dikalahkan. Namun itu masih terlalu jauh, kami punya hal-hal lain yang harus dilakukan sebelumnya,” pungkas Eriksson.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?