Antonio Conte: Inter Milan Masih Jauh dari Scudetto

DBasia.news – Inter Milan semakin nyaman di pucuk klasemen Liga Italia usai menaklukkan Sassuolo 2-1. Antonio Conte menegaskan timnya masih jauh dari kata Scudetto.

Inter menambah jarak itu usai menang 2-1 atas Sassuolo dalam laga tunda Serie A di Giuseppe Meazza, Rabu (07/04) malam WIB. Dua gol Inter dicetak oleh Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez yang dibalas gol Hamed Junior Traore.

Secara matematis jarak Inter dengan tim-tim rival terdekat memang masih dapat dikejar, tapi mereka punya momentum dan menjadikan Serie A sebagai satu-satunya kompetisi yang menjadi fokus, Meski begitu Conte tak mau timnya disebut sudah memenangi titel Serie A.

“Tidak, tidak, masih banyak pertandingan tersisa dan setiap kemenangan bernilai enam poin. Dengan menang, kami memberikan tekanan dan dapat melihat kepuasan dan upaya di mata semua orang di setiap kemenangan,” ucap Conte dikutip dari Football-Italia.

“Kami ingin melakukan sesuatu yang luar biasa untuk klub yang belum pernah menang selama 10 tahun. Sungguh luar biasa jika kami adalah orang-orang yang menyingkirkan tim yang menang selama sembilan tahun tanpa henti.”

“Akan ada ketegangan mulai sekarang, ini akan terasa seperti bola lebih berat di kaki kami, mungkin lebih dari tim-tim yang tidak lagi memiliki tujuan yang sama,” imbuh dia.

Pada laga berikutnya Inter akan menjamu Cagliari dalam lanjutan laga Serie A di Giuseppe Meazza, Minggu (11/04) pukul 17.30 WIB sebelum menghadapi Napoli pada Senin (19/04) pukul 01.45 WIB di San Paolo.

Pujian kepada Romelu Lukaku dan Christian Eriksen

Conte juga memberikan pujian kepada Romelu Lukaku dan Christian Eriksen. Kedua pemain yang direkrut di musim sebelumnya beradaptasi dengan baik dan Conte senang dengan adaptasi tersebut.

“Anda dapat melihat pekerjaan yang telah dilakukan Romelu dan saya tidak lupa ketika orang-orang mengatakan bahwa dia dinilai terlalu tinggi (overrated). Saya langsung mengatakan bahwa dengan potensinya, dia bisa melakukan hal-hal luar biasa di sini,” tambah Conte.

“Hal terbaik tentang striker kami adalah mereka semua bersedia melakukan pekerjaan kotor juga. Christian Eriksen juga tumbuh, kami tahu akan sulit baginya untuk beradaptasi dengan liga yang sangat taktis seperti Serie A. Dia bisa berbuat lebih banyak, tetapi kami mengandalkannya.”

“Sayang sekali kami kebobolan gol telat itu tanpa seorang pemain, tapi kami lebih seimbang dan dewasa sebagai sebuah tim sekarang. Jika Anda ingin memenangkan gelar liga, soliditas itu penting,” urai dia.