DBAsia News

Alur Perpindahan Pemain-pemain di antara Klub Eropa

DBasia.news –  Ivan Rakitic mengungkapkan harganya terlalu mahal saat Barcelona menggaet gelandang serang asal Brasil, Philippe Coutinho pada tahun 2018.

Kepindahan Coutinho ke Barcelona memang tak terlalu mengagetkan sebenarnya. Pasalnya klub Catalan itu sudah lama ingin gaet eks pemain Inter Milan tersebut.

Namun yang membuat publik heboh tentu saja nilai transfer kepindahannya. Dikutip dari data transfermarket.com (22/01/2020), Coutinho dibayar Barcelona dari Liverpool sebesar 160 juta euro atau setara dengan Rp 2,57 triliun.

Nilai itu pun membuat Coutinho jadi pemain kedua termahal di bawah Neymar yang hengkang dari Barcelona ke PSG di bursa transfer musim panas dengan nilai mencapai 222 juta euro. Kegilaan nilai bursa transfer memang sudah jadi hal lumrah di kondisi sepakbola industri saat ini.

Tak Berhenti di Coutinho

Publik mengira bahwa nilai fantastis kepindahan Coutinho ke Barcelona dua tahun lalu akan berhenti. Publik keliru, klub besar Eropa faktanya masih berlomba untuk dapatkan pemain meski harus merogoh kocek dalam-dalam. Seperti bagaimana Atletico Madrid rela keluarkan uang Rp 2 triliun untuk pemuda 20 tahun, Joao Felix dari Benfica.

Atau bagaimana Juventus rela habiskan dana sebesar 117 juta euro utuk mendapatkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Pun dengan klub Liga Tiongkok Guangzhou berani kucurkan uang sebesar 42 juta euro untuk gaet Paulinho dari Barcelona.

Bagi sebagian kalangan, kondisi ini membuat sepakbola alami kemunduran namun bagi sebagian kalangan lain melihat ini sebagai kondisi yang mau tak mau memang harus dialami sepakbola saat sudah menjelma jadi industri baru.

Sebuah penelitian yang dilakukan Xiao Fan Liu, Yu Liang Hiu, Xin Hang Lu, Qi Xuan Wang, dan Tong Xing Wang dari University Nanjing berjudul, “The Anatomy of the Global Football Player Transfer Network: Club Functionalities versus

Network Properties menjelaskan sepakbola industri saat ini memang menuntut klub-klub untuk bisa menghasilkan jumlah pendapatan tidak hanya dari hak siar atau merchandise, tapi bagaimana mengolah pemain dengan potensi tinggi dan menjualnya ke liga yang lebih kaya lagi.

Penelitian dari University Nanjing itu menyebut perubahan angka yang signifikan pada bursa transfer sebenarnya terjadi pada periode 2011 lalu hingga 2015. Dihitung secara hitung-hitungan ekonomi pada periode 5 tahun itu rata-rata klub mengeluarkan uang sebesar 10 juta euro untuk pembelian pemain baru.

Alur kepindahan pemain

Pertanyaannya kemudian seperti apa alur uang yang digelontorkan satu klub saat membeli pemain anyar?

Untuk mengetahui seperti apa alur uang yang mengalir saat proses transfer pemain, yang pertama perlu kita ketahui adalah langkah pertama saat pemain tengah dilirik oleh satu klub.

Klub yang berminat akan mengajukan tawaran secara tertulis kepada klub si pemain. Pada tahap ini klub si pemain bisa langsung menolak atau bernegosiasi pada tawaran tersebut. Jika nilai transfer sudah disepekati antara dua klub ini, kedua klub akan menghubungi agen si pemain.

Di tahap proses negosiasi, jika harga sudah disepakati apakah otomatis si pemain sudah resmi akan pindah? Belum tentu. Masih ada langkah berikutnya yakni kesepakatan personal antara klub baru tersebut dengan pemain.

Peran agen kembali besar di tahap ini. Di tahapan kesepakatan personal, antara pemain yang di wakili si agen dengan klub baru membahas seputar lama bermain, durasi kontrak serta nilai bonus.

Selain itu di tahapan proses negosiasi antara pemain dengan di wakili agen dengan klub terjadi keruwetan. Pasalnya soal penyesuaian gaji dan nilai fee transfer untuk si agen jadi hal alot untuk dinegosiasikan.

Dan yang paling penting dan ini sering jadi masalah bagi banyak pemain top Eropa ialah soal image rightsatau hak pencitraan pemain. Di sejumlah kasus pada titik ini banyak pemain tersandung masalah hukum saat ia berada di klub anyar.

Lantas bagaimana kesepakatan itu benar-benar resmi? Dikutip dari goal.com transfer pemain dinyatakan resmi terjadi apabila dokumen-dokumen transfer telah disetujui oleh otoritas liga dan didaftarkan ke sistem yang melegalkan proses transfer itu sendiri.

Dokumen-dokumen di dalamnya termasuk dokumentasi transfer, kesepakatan finansial antara kedua klub, kontrak pemain, pendaftaran pemain, penjadwalan pembayaran bonus dan arsip apapun yang melibatkan kesepakatan dengan agen.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?